Selasa, 16 Apr 2019 09:52 WIB

Tren Kurus dengan Makanan 'Kalori Negatif', Maksudnya Bagaimana Ya?

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Diet kalori negatif. Foto: ilustrasi/thinkstock Diet 'kalori negatif'. Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Tren terbaru menyiratkan bahwa seseorang bisa membakar kalori dengan cara yang menyenangkan, yakni makan! Dengan makanan 'kalori negatif', tubuh tidak makin gemuk tetapi justru makin kurus.

Beberapa jenis makanan yang kerap disebut memiliki 'kalori negatif' antara lain seledri, kobis, timun, brokoli dan grapefruit. Makanan ini memiliki kalori yang relatif sedikit, yang bahkan lebih kecil dari yang dibutuhkan untuk mencernanya.

Ide itulah yang melahirkan istilah kalori negatif atau negative calorie. Artinya energi yang terkandung dalam makanan habis cuma untuk mencerna, atau bahkan lebih kecil dari itu, sehingga tidak menyisakan cadangan energi yang akan dikonversi menjadi lemak.


Namun sebuah riset pada kadal membuktikan bahwa ide tersebut tidak benar-benar memberikan kalori negatif. Kadal yang diberi makan seledri tetap menyisakan seperempat dari total kalori, dan sisanya terpakai untuk pencernaan.

"Terlepas dari berapapun jumlah kalori dalam makanan, kamu akan selalu bisa mendapatkan sesuatu darinya," kata Stephen Secor, profesor biologi dari University of Alabama, dikutip dari Livescience.



Tonton juga video Sayuran-sayuran Ini Bisa Bantu Berat Badanmu Cepat Turun:

[Gambas:Video 20detik]


Tren Kurus dengan Makanan 'Kalori Negatif', Maksudnya Bagaimana Ya?
(up/ask)