Rabu, 17 Apr 2019 13:55 WIB

7 Pengidap Gangguan Jiwa dan 15 Korban NAPZA Nyoblos di RS Marzoeki Mahdi

Rosmha Widiyani - detikHealth
Pengidap gangguan jiwa memberikan suara di Rumah Sakit Marzoeki Mahdi Bogor (RSMM) (Foto: Rosmha/detikHealth) Pengidap gangguan jiwa memberikan suara di Rumah Sakit Marzoeki Mahdi Bogor (RSMM) (Foto: Rosmha/detikHealth)
Topik Hangat Nyoblos di Rumah Sakit
Bogor - Sebanyak 7 Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dan 15 korban Narkotika, Psikotropika, dan Zat Aditif (NAPZA) nyoblos di Rumah Sakit Marzoeki Mahdi (RSMM), Kota Bogor. Mereka sudah memenuhi syarat administratif yaitu memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan formulir A5 bagi yang tidak bertempat tinggal di Bogor.

"Untuk ODGJ awalnya ada 107 tapi yang memenuhi syarat hingga batas pengumpulan data pada (10/4/2019) hanya 7. Sama dengan korba NAPZA karena awalnya ada sekitar 56 namun yang bisa nyoblos hanya 15 orang," kata Kepala Sub Bagian Hukum, Organisasi, dan Hubungan Masyarakat RSMM Prahardian Priatma pada Rabu (17/4/2017).



Menurut Prahardian, hanya sebanyak 50 dari 107 ODGJ yang memiliki kelengkapan persyaratan administratif untuk memilih. Jumlah tersebut kemudian berkurang lagi karena dinyatakan sembuh, atau dijemput keluarga untuk memilih di tempat asal. Hingga hari H, hanya 7 ODGJ yang memenuhi persyarakat administratif hingga bisa memilih.

Hal serupa terjadi pada korban NAPZA yang hendak memilih di RSMM. Dinyatakan sembuh atau tak punya kelengkapan syarat administrasi menentukan bisa atau tidaknya korban NAPZA menunaikan hak untuk nyoblos.

Pemungutan suara berlangsung mulai pukul 12.00 hingga selesai di 2 Tempat Pemungutan Suara (TPS) berbeda. TPS 01 RSMM berada di Instalasi Rehabilitasi Psikososial di lingkungan RSMM. Sementara untuk korban NAPZA bisa memilih di TPS 02 yang merupakan Instalasi Rehabilitasi NAPZA. Secara umum, pemungutan suara berlangsung baik dan terkendali hingga usai.

(up/up)
Topik Hangat Nyoblos di Rumah Sakit