Jumat, 24 Mei 2019 17:25 WIB

6 Alasan Berat Badanmu Malah Melonjak Saat Puasa Ramadhan

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Ilustrasi tubuh menggemuk. Foto: iStock Ilustrasi tubuh menggemuk. Foto: iStock
Jakarta - Secara logika, berpuasa selama sebulan penuh Ramadhan ini bisa membantumu untuk menurunkan berat badan lebih cepat. Bahkan beberapa ahli diet hingga selebriti di luar negeri mengadopsi puasa intermiten sebagai salah satu cara menurunkan bobot.

Tapi kok malah di minggu ketiga ini bobot makin naik dan badan makin melar ya? Bisa jadi kamu hanya makan saat berbuka puasa dan sahur saja, dan bertanya-tanya mengapa kamu bisa malah menggemuk.

Dirangkum dari situs Ummah Wide, berikut adalah 6 alasan mengapa berat badanmu malah melonjak di bulan puasa ini:


1. Terlalu banyak konsumsi gula
'Berbuka dengan yang manis' selalu kita dengar saat bulan puasa, membuat kita selalu berpikir bahwa berbuka puasa lebih baik memang dengan makanan atau minuman yang manis.

Tidak salah, karena makanan atau minuman yang mengandung gula bisa membantu menaikkan kadar gula darah yang rentan turun ketika berpuasa. Akan tetapi, jika kamu melakukannya terus-menerus selama bulan puasa, sudah tentu ini tidak baik lagi.

Saat kita memakan gula, tubuh menyekresi insulin dan hormon ini menyebabkan penyimpanan lemak. Kadar insulin kebanyakan ditentukan dengan seberapa banyak karbohidrat yang kamu asup. Sudah jelas, semakin banyak makanan dan minuman manis yang dikonsumsi, risiko menggemuk semakin besar.

Jika kamu bertujuan untuk menurunkan berat badan di bulan puasa ini, hindari makanan dan minuman manis saat berbuka. Membiasakan minum air, teh ataupun kopi tanpa gula akan lebih baik.

2. Konsumsi banyak karbohidrat
Mungkin kamu sudah mengurangi asupan gula, tapi tetap saja masih gemuk di bulan puasa? Penyebab terbesar adalah kamu terlalu banyak mengonsumsi karbohidrat.

Karbohidrat bukan hanya berasal dari nasi saja, namun bisa dari tepung yang kamu makan dari gorengan atau roti-rotian yang kamu santap saat berbuka maupun sahur. Karbohidrat bisa berubah menjadi gula di dalam tubuh, menaikkan insulin dan menyimpan lemak, bukan membakarnya.

3. Kurang prebiotik
Ada miliaran bakteri yang hidup di dalam usus yang membantu mencerna makanan dan mencegah datangnya bakteri, jamur dan virus. Agar membantu makanan semakin mudah dicerna dan tidak membuatmu rentan gemuk, ada baiknya menyehatkan para bakteri usus dengan rutin mengonsumsi prebiotik.

Usus yang sehat bisa dimulai dengan rutin mengonsumsi prebiotik seperti yogurt atau kefir. Jika tidak suka susu, kamu bisa mengonsumsi kimchi, teh hijau, kunyit, bawang putih, cuka apel, minyak kelapa atau kaldu sapi asli.


4. Menghindari lemak sehat
Tidak semua lemak itu buruk bagi tubuhmu, namun dampak lemak sebenarnya tidak 'sejahat' gula. Lemak sehat juga dibakar cukup lambat sehingga membuatmu cukup berenergi selama 12-13 jam berpuasa. Ada beberapa bentuk lemak baik, seperti misalnya yang terkandung dalam minyak kelapa dan alpukat.

Untuk sahur ataupun berbuka puasa, kamu bisa mengonsumsi satu buah alpukat. Selain kedua makanan tersebut, telur memiliki lemak yang sehat pula dan kaya akan nutrisi. Kacang dan biji-bijian juga bisa kamu jadikan cemilan usai tarawih.

5. Kurang beraktivitas
80 persen tubuh yang sehat berasal dari makanan, namun agar mencapai sehat yang optimal maka juga harus memenuhi 20 persennya yang berasal dari olahraga atau aktivitas fisik. Tubuh akan menjadi semakin lemah apabila jarang digerakkan.

Selama bulan Ramadhan kita memiliki energi lebih sedikit saat berpuasa dan merasa berolahraga adalah hal terakhir yang akan dilakukan. Namun sebenarnya kita bisa menyiasatinya dengan melakukan aktivitas fisik lebih banyak ketimbang berolahraga sejam di gym.

Misalnya, menggunakan kendaraan umum, jika ingin keluar mencari makanan untuk berbuka kamu bisa berjalan atau bersepeda. Usai salat Ashar atau sebelum berbuka kamu bisa berjalan selama 10-15 menit, dan juga bisa dilakukan usai sahur.

6. Kelewat stres
Stres membuat tubuh melepaskan hormon kortisol yang meminta tubuh untuk mengisi ulang energi walaupun kamu belum banyak menggunakannya atau membakar banyak kalori. Tubuh akan terus memompa kortisol selama kita terus merasa stres.

Saat stres kita juga cenderung lebih memilih makanan manis atau asin, dan terasa sangat candu sehingga tidak berpikir dua kali akan akibatnya, yakni risiko semakin gemuk. Hal ini bisa dihindari dengan rutin berolahraga karena bisa meningkatkan tak hanya kesehatan fisik kita namun juga mental kita.



(frp/up)
News Feed