Senin, 09 Sep 2019 12:27 WIB

Diet Vegan Dikaitkan dengan Stroke, Ini Tanggapan Komunitas Vegetarian

Nabila Ulfa Jayanti - detikHealth
Diet vegan banyak dijadikan gaya hidup masa kini (Foto: Getty Images) Diet vegan banyak dijadikan gaya hidup masa kini (Foto: Getty Images)
Jakarta - Berita tentang diet vegan yang bisa meningkatkan risiko stroke ditampik oleh komunitas Indonesia Vegan Society (IVS). Sebuah penelitian dari EPIC-Oxford yang dimuat dalam BMJTrusted Source banyak dikutip dalam berbagai berita tersebut.

IVS menyebut bahwa studi yang menjadi dasar laporan mereka ternyata cacat dan 'menakut-nakuti'. "Di seluruh artikel, vegetarian dan vegan dikelompokkan bersama-dan mereka juga ikut dalam penelitian ini. Ini adalah cacat kuncinya," kata Karim Taslim, Sekjen WVO (World Vegan Organization) Indonesia.

Beberapa poin yang menurut Karim menyesatkan dalam studi tersebut adalah sebagai berikut:



1. Studi yang 'Salah'
Penulis studi menyatakan bahwa 'karena sejumlah kecil vegan; vegetarian dan vegan digabungkan sebagai satu kelompok diet dalam analisis utama'. Faktanya, vegan hanya mencapai 2,8 persen dari total peserta penelitian tersebut dan hanya 12,1 persen dari kelompok 'vegetarian' tempat mereka bergabung. Ini berarti bahwa hasil yang diambil tidak dapat mewakili vegan.

2. Tidak Signifikan secara Statistik
Para ilmuwan tidak menghitung hasil yang tidak signifikan secara statistik. Studi sebelumnya, termasuk studi EPIC-Oxford lain, tidak menemukan perbedaan seperti itu untuk vegan pada kematian akibat stroke.

Penulis juga mengatakan bahwa vegetarian dan vegan memiliko kadar vitamin B12, vitamin D, dan omega-3 rantai panjang yang lebih rendah (EPA dan DHA).

Data ini dikumpulkan 20 tahun yang lalu. Saat ini vegan lebih menyadari pentingnya vitamin B12. Kesehatan Masyarakat Inggris juga telah menyarankan agar setiap orang mengonsumsi suplemen vitamin D. Pun demikian dengan omega-3 yang bisa didapat dari suplemen EPA dan DHA vegan yang sudah tersedia.

3. Fakta Mengenai Peneliti
Penelitian tersebut diterbitkan dalam jurnal Nutrition, Prevention and Health BMJ yang ditulis oleh ahli gizi Emma Derbyshire yang merupakan anggota dari Meat Advisory Panel dan Choline Advisory Panel. Keterlibatannya pada dua panel tersebut menunjukkan bahwa penelitian dan tulisannya sarat akan kepentingan, bahkan cenderung tendensius.



Simak Video "Sayuran-sayuran Ini Bisa Bantu Berat Badanmu Cepat Turun"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)