Senin, 04 Nov 2019 05:30 WIB

Diet Rendah Karbohidrat Bikin Gampang Dehidrasi? Ini Kata Dokter

Michelle Natasya - detikHealth
Diet mengurangi karbohidrat disebut-sebut memicu dehidrasi. Benarkah? (Foto: iStock) Diet mengurangi karbohidrat disebut-sebut memicu dehidrasi. Benarkah? (Foto: iStock)
Jakarta - Diet rendah karbohidrat diklaim dapat efektif menurunkan berat badan. Beberapa diet rendah karbohidrat yang sedang menjadi tren adalah diet ketogenik yaitu membatasi makanan yang berkarbohidrat tinggi.

Karbohidrat merupakan jenis nutrisi yang disimpan bersamaan dengan air, itulah sebabnya mengapa berat badan bisa turun secara signifikan setelah menjalani diet karbo. Namun, ada yang mengatakan bahwa mengurangi porsi karbohidrat artinya kadar cairan tubuh juga ikut menurun.

Terkait anggapan ini, Dr dr Diana Sunardi, M.Gizi, SpGK, Head of Indonesian Hydration Working Group, meluruskan bahwa mengurangi porsi karbohidrat tidak mempengaruhi kadar cairan tubuh seseorang.



"Sebenarnya karena diet karbo jadi kan konsumsi lemak dan protein lebih banyak. Nah, ini yang buat jadi rasanya lebih haus," kata dokter Diana.

Namun dokter Diana menjelaskan, rasa haus yang dirasakan bukan berarti kadar cairan tubuh menurun. Kadar cairan dalam tubuh tetap sama. Hanya saja, bentuk padat dari lemak dan protein membuat seseorang jadi ingin minum lebih banyak.



Simak Video "Ngiler Lihat Gorengan? Boleh Makan Asalkan..."
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)