Selasa, 12 Nov 2019 06:00 WIB

Berhenti Memusuhi Nasi! Salahkan Porsi Jika Gemuk atau Kena Diabetes

Nabila Ulfa Jayanti - detikHealth
Bukan salah nasi, tapi porsinya yang kelewatan (Foto: iStock) Bukan salah nasi, tapi porsinya yang kelewatan (Foto: iStock)
Jakarta - Nasi merupakan sumber karbohidrat yang jadi salah satu sumber pangan masyarakat Indonesia. Tapi nasi 'katanya' bikin diabetes karena kandungan gulanya. Benarkah demikian?

Ahli metabolik endokrin Dr dr Aris Wibudi, SpPD-KEMD yang juga Ketua Umum PEDI (Perhimpunan Edukasi Diabetes Indonesia) menegaskan bahwa diabetes tidak semata-mata diakibatkan oleh nasi.

"Tidak ada nasi menyebabkan diabetes. Jangan salah. Tetapi nasi yang berlebihan bisa meningkatkan gula darah. Terutama pada diabetes," katanya pada Senin (11/11/2019).



Mau nasi putih, merah, atau hitam, ketiganya sebenarnya boleh dikonsumsi. Asal kadar gula darahnya terjaga.

"Sebetulnya semua nasi sama. Nasi merah, putih, hitam, sama. Yang penting jumlahnya. Makin banyak jumlahnya makin tinggi kenaikan gula darah," pungkas dr Aris.

Menurutnya anggapan bahwa nasi bisa menyebabkan diabetes itu muncul karena banyak yang tidak peduli pada porsi nasi dalam setiap makan. Selain itu juga kabar burung yang muncul di media sosial yang tidak jelas asal-usulnya.



Simak Video "Ternyata Ini Jumlah Kalori dalam Segelas Cheese Tea!"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)