Rabu, 18 Des 2019 07:00 WIB

Hati-hati Mengonsumsi Daging Ular, Kata Dokter Bisa Picu Infeksi dan Alergi

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Teror ular king kobra meresahkan warga (Foto: Achmad Syauqi/ detikcom) Teror ular king kobra meresahkan warga (Foto: Achmad Syauqi/ detikcom)
Jakarta - Di tengah 'teror' kobra yang terjadi di sejumlah daerah, ada sebagian orang yang berburu kobra untuk dikonsumsi dagingnya. Beberapa meyakini daging kobra punya khasiat sebagai obat.

Namun ahli gizi dari RS Cipto Mangunkusumo, Dr dr Saptawati Bardosono, MSc, menghimbau untuk tidak mengonsumsi daging ular. Berbeda dengan unggas dan ternak, ular bukan sumber protein dan lemak yang aman untuk disantap.



"Hati-hati untuk ikut-ikutan mengonsumsi (daging ular), karena khawatir terhadap ancaman infeksi berbagai hal atauapun alergi," kata dr Saptawati kepada detikcom, pada Selasa (17/12/2019).

Dicurigai terdapat kandungan racun, parasit dan juga virus di dalamnya, karena belum adanya penelitian ilmiah yang membuktikan daging ular baik untuk tubuh.

"Mereka yang mengonsumsinya, biasanya bukan untuk mendapatkan zat gizi protein dan lemak. Namun, untuk manfaat lain yang belum pernah diteliti kebenarannya secara ilmiah," tuturnya.



Simak Video "Apakah Kerokan Dapat Menyembuhkan Masuk Angin?"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)