Kamis, 26 Des 2019 07:14 WIB

Puasa Intermiten Jadi Diet Terpopuler di Google Sepanjang 2019

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Ilustrasi diet. Foto: Thinkstock Ilustrasi diet. Foto: Thinkstock
Jakarta - Puasa atau diet intermiten menjadi salah satu diet terpopuler sepanjang tahun 2019, demikian dilaporkan situs Mind Body Green. Puasa intermiten atau intermitten fasting diungkapkan oleh Google jadi diet yang paling dicari di tahun 2019 dan menempati nomor 1.

Para selebriti mancanegara seperti Halle Berry, Vanessa Hudgens, Reese Witherspoon, dan Jennifer Anniston sangat vokal akan kesukaan mereka terhadap diet ini. Namun di luar itu, puasa intermiten terbukti memiliki manfaat kesehatan, sehingga tak mengejutkan diet ini melonjak dari posisi ke delapan hingga yang paling atas.



Berbeda dengan diet-diet ngetren lainnya yang berkutat di soal lemak atau karbohidrat, puasa intermiten biasanya dilakukan dengan formula 5-2 atau dua hari berpuasa dalam seminggu, 5 hari seperti biasa. Meski ada banyak debat tentang seberapa aman melakukan puasa, banyak dokter menyebut puasa intermiten lebih dari sekadar diet.

"Ini bukan cuma tren numpang lewat, ini tren 5.000 tahun lamanya. Semua mekanisme puasa sangat manusiawi secara dalam, intrinsik," tutur Jason Fung, MD.

Hal ini disebabkan puasa intermiten lebih dari hanya mengubah gaya hidupmu dan mempromosikan kesehatan jangka panjang, misalnya seperti menurunkan risiko diabetes, penyakit inflamasi, dan tekanan darah tinggi, daripada cuma soal menurunkan berat badan.

Selain puasa intermiten, diet Mediterania berada di posisi ke 5 tahun lalu dan masih menjadi diet yang mempromosikan kesehatan otak dan penuaan yang sehat secara baik. Mengejutkannya, diet ini tak masuk top 10, sama halnya seperti diet keto yang merajai diet terpopuler tahun lalu.



Simak Video "Sayuran-sayuran Ini Bisa Bantu Berat Badanmu Cepat Turun"
[Gambas:Video 20detik]
(frp/wdw)