Senin, 24 Feb 2020 06:30 WIB

Ngetren 'Puasa Kering', Pakar Nutrisi Ingatkan Bahaya Membatasi Minum

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Tired female athlete drinking fresh water while resting from exercising class in a health club. Diet yang membatasi asupan air minum dinilai berbahaya (Foto: iStock)
Jakarta -

Puasa kering adalah tren baru yang sedang populer di kalangan influencer. Namun tren yang dipercaya bisa mendetox racun-racun di tubuh dan membantu diet ini disebut berbahaya oleh ahli gizi.

Sebelumnya, kamu perlu tahu dulu pengertian dari puasa kering. Puasa kering ini adalah puasa minum air mineral. Jadi kamu cuma mendapat cairan dari makanan seperti buah-buahan atau sayur-sayuran segar.

"Walaupun ada beberapa variasi, puasa kering pada dasarnya tidak minum sama sekali. Kamu hanya mendapatkan air dari makanan, terutama buah-buahan dan sayuran segar," kata Jackie Newgent, RDN, ahli gizi kuliner.

Salah satu influencer dari Austria, Sophie Prana, membagikan video diet puasa keringnya, di mana ia menggambarkan praktik itu sebagai pilihan terbaik.

Meskipun faktanya buah-buahan dan sayuran, adalah makanan yang kaya akan air dan dapat menghidrasi tubuh, nyatanya tetap akan sulit untuk mendapatkan semua cairan yang kita perlukan dalam satu hari, demikian jelas editor nutrisi kontribusi kesehatan, Cynthia Sass, RD, yang dikutip dari Health.

Menurut Akademi Ilmu Kedokteran Teknik Nasional, wanita di atas usia 19 membutuhkan total 2,7 liter cairan per hari yaitu lebih dari 11 gelas, sedangkan pria membutuhkan 3,7 liter, atau lebih dari 15 gelas. "Sekitar 20 persen dari cairan kami biasanya berasal dari makanan, tetapi itu masih menyisakan 8-12 gelas berdasarkan yang wajib dikonsumsi, belum termasuk kebutuhan tambahan karena berolahraga," jelasnya.

Menurut Sass, tubuh menggunakan air untuk mendukung pencernaan dan sirkulasi yang sehat, membantu mengatur suhu tubuh, melumasi sendi, mendukung fungsi organ, dan melindungi organ dan jaringan. Ketika tubuh kehilangan 2 persen cairan, hal ini dapat berdampak negatif pada kinerja fisik, merusak suasana hati, mengurangi konsentrasi, meningkatkan sakit kepala, merusak memori kerja, dan meningkatkan kecemasan dan kelelahan.

"Sementara beberapa influencer mengklaim puasa kering mungkin bermanfaat untuk pencernaan, kesehatan kulit, dan peradangan, nyatanya tidak seperti itu," kata ahli gizi Newgent.

Newgent menambahkan, jika tubuh tidak terhidrasi dengan baik, seseorang juga berisiko mengalami pengembangan batu ginjal dan infeksi saluran kemih. Menurutnya, bahkan sebagian orang yang menjalani puasa kering juga dapat mengancam jiwa, karena komplikasi dari dehidrasi.

"Air adalah nutrisi terpenting nomor satu untuk proses tubuh kamu, termasuk pencernaan dan proses penyerapan nutrisi yang tepat, kita membutuhkan air untuk membersihkan sampah dari tubuh kita. Air sangat penting bagi kehidupan," tegasnya.

Secara keseluruhan, para ahli, atau orang yang terlatih dengan sertifikasi ahli diet terdaftar juga sepakat kalau konsep menghindari air bukan hanya tidak sehat, tetapi berpotensi berbahaya bagi tubuh. Brittany Modell, RD, pendiri Brittany Modell Nutrition and Wellness, bahkan menyebut mereka yang melakukan itu termasuk hal yang gegabah.



Simak Video "Sudah Diet Tapi Tak Kunjung Kurus? Ini Tips Ampuhnya"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)