Minggu, 04 Okt 2020 07:07 WIB

Catat! Ini 5 Jenis Diet yang Tak Disarankan Ahli

Thalitha Yuristiana - detikHealth
Diet makro 5 jenis diet yang tak disarankan ahli. (Foto: Getty Images/miodrag ignjatovic)
Jakarta -

Memiliki tubuh yang ideal dan sehat adalah impian semua orang. Namun, alih-alih menerapkan diet yang sehat, banyak orang melakukan diet ekstrem yang instan.

Tahukah Anda bahwa diet tersebut memiliki efek samping yang berbahaya bagi tubuh. Dikutip dari Prevention, simak 5 jenis diet yang tidak disarankan oleh ahli di bawah ini.

1. Diet keto

Diet ketogenik pada hakikatnya menekan asupan karbohidrat dalam tubuh dengan makanan tinggi lemak serta protein sedang. Asupan makanan diet keto dapat membuat tubuh membakar cadangan lemak menjadi sumber energi.

Dalam sejarahnya, diet jenis ini digunakan untuk pengobatan pasien dengan epilepsi pada tahun 1930-an. Namun, seiring berjalannya waktu, jenis diet ini dimanfaatkan untuk menurunkan berat badan.

Maka dari itu diet ini sangat tidak dianjurkan karena pada dasarnya tubuh kita tetap membutuhkan karbohidrat sebagai sumber energi utama. Dampaknya bagi tubuh yaitu kondisi sembelit (konstipasi) karena kurangnya konsumsi biji-bijian, buah-buahan, dan sayuran yang identik mengandung karbohidrat.

2. Diet slim tea atau teatox

Diet ini tergolong sangat ekstrem namun menjadi diet yang populer di masyarakat. Slim tea atau teh pelangsing ini mengandung bahan yang dapat memaksa tubuh untuk melakukan buang air besar. Padahal tanpa bahan tersebut, teh hijau alami terbukti mampu menurunkan berat badan. Jika dikonsumsi secara terus menerus, hal ini akan menyebabkan tubuh mengalami dehidrasi hingga diare.

3. Diet golongan darah

Diet ini pertama kali dicetuskan oleh Peter D'Adamo, seorang dokter naturophatic yang menuntut metode diet yang disesuaikan dengan tipe golongan darah. Alasan D'Amo adalah karena golongan darah bersifat genetis sehingga mempengaruhi sistem tubuh secara keseluruhan. Untuk itulah metode diet juga harus menyesuaikan golongan darah. Ahli tidak menyarankan diet ini karena sumbernya yang tidak dapat dipertanggungjawabkan terkait golongan darah dengan metode diet.

4. Diet detoks jus

Dalam diet ini, jus detoks dikonsumsi untuk membersihkan usus besar. Para pelaku diet ini kerap kali hanya mengkonsumsi jus detoks tanpa memperhatikan asupan lainnya. Sehingga diet ini dapat membuat badan lemas, pusing, sakit perut bahkan sampai pingsan. Ketika jus bekerja untuk membersihkan usus besar, maka bakteri baik yang berfungsi menyerap air dan mineral dari makanan sampai berbentuk tinja akn mati. Implikasinya adalah keluhan pada pencernaan karena usus tidak mampu menjalankan fungsinya dengan baik.

5. Diet cuka apel

Dalam diet ini, orang mengkonsumsi cuka apel yang dipercaya memberikan efek kenyang sehingga dapat menahan gairah untuk makan. Namun perlu Anda ketahui, efek yang dihasilkan diet cuka apel dapat mengacak-acak nafsu makan Anda. Dampak yang kerap kali ditemukan adalah timbulnya rasa mual dan sakit perut akibat keasaman cuka yang dikonsumsi.



Simak Video "Golongan Darah A Paling Berisiko Terinfeksi Parah Sars-CoV-2"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)