Senin, 16 Nov 2020 09:37 WIB

Bakal Sakit Kalau Tidak Pernah Sarapan? Belum Tentu, Ini Penjelasannya

Kanya Anindita - detikHealth
ilustrasi makan Sarapan memang sehat, tapi tidak sarapan bukan jaminan pasti bakal sakit. (Foto: thinkstock)
Jakarta -

Sarapan dianggap penting karena dapat menyehatkan tubuh. Beberapa ahli nutrisi merekomendasikan agar tidak melewatkan sarapan karena dapat mencegah obesitas. Orang yang suka sarapan cenderung memiliki bentuk tubuh yang bagus karena terbiasa dengan pola hidup sehat.

Dikutip dari Insider, tidak sarapan dapat menaikkan berat badan. Orang yang melewatkan sarapan akan mudah lapar dan makan lebih banyak saat makan siang. Porsi berlebihan dapat meningkatkan jumlah kalori yang mengakibatkan kegemukan.

Di samping efek negatif tentang hal tersebut, ada beberapa fakta menarik yang perlu diketahui apabila tidak sarapan. Setiap orang memiliki kebiasaan yang berbeda-beda, ada yang tetap sehat walaupun tidak sarapan, ada juga yang merasa lemas jika melewatkan sarapan.

Perlu diketahui, sarapan teratur tidak menjamin meningkatnya metabolisme tubuh. Walaupun kita mengonsumsi makanan sehat saat sarapan, namun dalam porsi yang banyak serta tidak disertai olahraga yang cukup, kalori akan terus bertambah.

Selain itu, sarapan bersifat "opsional". Jika merasa lapar di pagi hari, silakan sarapan dengan porsi yang cukup serta menu makanan yang sehat. Jika merasa tidak lapar di pagi hari, silakan makan saat jam makan siang atau diselingi cemilan sebelumnya.

Tidak ada penelitian yang pasti mengenai efek buruk dari melewatkan sarapan. Pada dasarnya, setiap orang memiliki tingkat kekebalan tubuh yang berbeda-beda. Hal itu tidak bisa diukur dengan rajin atau tidaknya sarapan, melainkan disertai dengan pola hidup sehat yang lainnya.

Konsultasikan dengan dokter dan ahli gizi untuk lebih mengenal kebutuhan nutrisi secara lebih detail.



Simak Video "Makanan Kaya Nutrisi Hasil Olahan Superfood"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)