Jumat, 12 Mar 2021 06:20 WIB

Metabolisme Tiap Orang Berbeda, Hati-hati Meniru Diet Para Seleb!

Ardela Nabila - detikHealth
Tya Ariestya saat ditemui di Studio Trans TV. Kontroversi diet Tya Ariestya masih banyak diperbincangkan (Foto: Palevi S/detikFoto)
Jakarta -

Baru-baru ini, ramai buku diet yang berisi perjalanan diet selebriti Tya Ariestya yang menjadi sorotan. Hal itu disebabkan oleh Tya yang mengaku sukses menurunkan berat badan hingga 25 kilogram (kg) hanya dalam waktu empat bulan.

Dalam program dietnya tersebut, Tya turut mengatakan bahwa ia menjalani dietnya dengan metode tertentu, salah satunya yang sukses mencuri perhatian para netizen dan ahli gizi adalah lantaran ia menghindari konsumsi sayur-sayuran.

Padahal, mengikuti diet orang lain tanpa mengetahui kebutuhan tubuh sendiri justru malah dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Sebab, menurut dokter gizi klinis dr Diana F Suganda, M.Kes, SpGK, pengaturan pola makan setiap orang akan berbeda-beda.

"Sebenernya diet atau pengaturan pola makan itu bener-bener customized. Mau kembar pun orangnya itu nggak akan sama. Karena kan tergantung kebutuhan masing-masing, ya. Kita gak bisa menyamaratakan, diet si A, si B, si C, nggak bisa sama. Jadi, bener-bener per orang itu akan berbeda," kata dokter Diana dalam program e-Life detikcom.

Dijelaskan oleh dokter Diana, pengaturan pola makan seseorang, mulai dari kebutuhan kalori hingga kebutuhan protein, harus disesuaikan dengan tinggi badan, usia, aktivitas fisik, penyakit yang mendasari. Sehingga, dapat dikatakan bahwa diet merupakan sesuatu yang personalized. Artinya, setiap orang memiliki pola yang berbeda-beda.

Oleh sebab itu, penting bagi orang-orang yang ingin diet untuk mengenali kondisi tubuhnya terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk menjalani program diet. Pasalnya, efek diet akan berbeda-beda pada setiap orang.



Simak Video "Menko PMK Singgung Diet Ekstrem Berpotensi Picu Stunting"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)