Selasa, 06 Jul 2021 15:58 WIB

Mau 'Jutek' Sama COVID-19? Dokter Sarankan Diet Ketogenik dan Puasa

Firdaus Anwar - detikHealth
Balanced diet nutrition keto concept. Assortment of healthy ketogenic low carb food ingredients for cooking on a kitchen table. Green vegetables, meat, salmon, cheese, eggs. Top view background Foto: iStock
Jakarta -

Beredar informasi yang menyebut diet ketogenik dan puasa dapat membantu melawan infeksi virus COVID-19. Ahli kesehatan jantung anak, dr Piprim Basarah Yanuarso, menjelaskan sederhananya virus Corona butuh glukosa untuk berkembang dengan cepat.

Karbohidrat dalam hal ini merupakan sumber glukosa. Oleh karena itu dengan membatasi karbohidrat lewat diet ketogenik, harapannya dapat membuat virus jadi lebih sulit untuk bereplikasi.

"Persiapkan diri kita sebaik mungkin agar jika dia (virus Corona -red) hadir dan membajak sel tubuh kita, dia engga bisa berbiak leluasa," pesan dr Piprim dan dikutip detikcom pada Selasa (6/7/2021).

"Jadilah host yang buruk dan jutek bagi virus COVID-19 itu. Jangan kasih jamuan mewah untuknya dengan kadar gula darah yang tinggi dan selalu asyik makan karbohidrat di awal invasi virus," lanjutnya.

Saran dr Piprim tersebut mengutip studi yang dipublikasi di jurnal Annals of Nutrition and Metabolism 2020. Peneliti dari University of Sharjah dalam laporannya melihat bagaimana diet keto dan puasa intermiten dapat meredam dampak infeksi COVID-19.

Peneliti menyarankan diet yang kaya minyak kelapa dan zaitun, puasa 8-12 jam, serta makanan kaya buah dan sayur.

Beberapa penelitian lain juga mengaitkan bagaimana diet ketogenik dan puasa bisa jadi cara efektif untuk mengontol komorbid, seperti diabetes dan obesitas. Kedua kondisi tersebut diketahui dapat meningkatkan kemungkinan gejala infeksi COVID-19 yang buruk.



Simak Video "Puasa Bikin Gemuk Atau Kurus?"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)