Bahaya! Lemak Trans Bisa Picu Penyakit Jantung, Ini Tips Menghilangkannya

ADVERTISEMENT

Bahaya! Lemak Trans Bisa Picu Penyakit Jantung, Ini Tips Menghilangkannya

Hartaty Varadifa - detikHealth
Rabu, 12 Jan 2022 21:30 WIB
Kebiasaan Makan yang dapat Memicu Kolesterol Tinggi
Lemak trans (Foto: Getty Images/iStockphoto)
Jakarta -

Ketika menjalani diet, seseorang cenderung melakukannya hanya karena ingin menurunkan berat badan. Padahal diet yang baik tidak hanya berfokus pada berat badan tetapi juga menerapkan diet sehat.

Salah satu penerapan diet yang sehat yaitu menghilangkan minyak trans. Sebab, lemak ini sangat tidak baik bagi kesehatan tubuh, bahkan dianggap lebih berbahaya daripada lemak jenuh.

Dikutip dari Health Choc, lemak trans kerap ditemukan pada makanan olahan yang berfungsi untuk menyimpan makanan agar tahan lama. Walaupun baik untuk produsen tetapi berbahaya bagi yang mengonsumsinya.

Hal ini disebabkan oleh proses produksinya yang dilakukan secara tidak alami melalui hidrogenesis. Kemudian ditambahkan ke minyak sayur cair yang dapat mengubah minyak menjadi lemak.

Menurut data dari Institute of Shortening and Edible Oils (ISEO) menjelaskan konsumsi lemak trans yang tinggi akan meningkatkan LDL (kolesterol jahat) dan menurunkan HDL (kolesterol baik). Sedangkan lemak jenuh hanya menaikkan LDL, namun tidak mempengaruhi HDL.

Faktanya, lemak trans dapat memicu penyakit jantung koroner. Maka dari itu U.S. Food and Drug Administration (FDA) sudah melarang adanya lemak trans dalam makanan. FDA memperkirakan bahwa larangan ini mampu mencegah sebanyak 20 ribu serangan jantung dan 7 ribu kematian akibat penyakit jantung koroner di Amerika Serikat (AS) setiap tahun.

World Health Organization (WHO) turut menyerukan larangan lemak trans buatan di seluruh dunia pada 2023 mendatang. Oleh sebab itu sudah selayaknya melakukan diet sehat dengan menghilangkan lemak trans.

Lalu bagaimana caranya?

Cara paling utama yaitu berusaha untuk menghindari konsumsi makanan yang mengandung lemak trans.

Perlu diketahui bahwa kandungan lemak ini biasanya terdapat pada makanan beku, margarin, popcorn instan, biskuit, keripik, makanan gorengan, permen, hingga krimer untuk kopi. Bahkan harus tetap berhati-hati pada produk yang mencantumkan 'nol lemak trans' itu bisa berarti mengandung sejumlah kecil lemak trans di dalamnya.

"Jangan percaya pada bagian depan paket makanan begitu saja," jelas Lisa Moskovitz, RDN, pendiri dan CEO The NY Nutrition Group, seperti dikutip dari Live Strong.

Dengan mengurangi konsumsi makanan yang mengandung lemak trans, adalah cara terbaik untuk menghilangkannya dari tubuh. Menurut Dr. Stephen Gangemi, tubuh membutuhkan waktu lebih lama untuk memetabolisme lemak trans daripada lemak lainnya. Itu artinya mungkin masih ada lemak trans di tubuh kamu sekarang.

Maka dari itu, lemak ini tidak dapat dihilangkan secara cepat dan alami, meski dengan menjalani diet detoksifikasi. Menurut National Center for Complementary and Integrative Health, belum ada penelitian ilmiah yang membuktikan bahwa diet detoks itu efektif.

KLIK DI SINI UNTUK KE HALAMAN SELANJUTNYA



Simak Video "Studi Sebut Diet Rendah Lemak Lebih Efektif Dibandingkan Keto"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT