ADVERTISEMENT

Minggu, 20 Feb 2022 17:01 WIB

5 Makanan Ini Sebaiknya Dihindari agar Tak Gampang Kena Omicron

Atilah Tia Abelta - detikHealth
3D render of a new strain of coronavirus. Omicron variant of COVID. New strain of coronavirus B.1.1.529 found in Africa and around the world. Varian Omicron (Foto: Getty Images/iStockphoto/galitskaya)
Jakarta -

Jumlah pasien positif COVID-19 varian Omicron terus meningkat. Sebagian besar mengeluhkan gejala seperti flu dan batuk hingga sakit tenggorokan. Namun, ternyata ada pula gejala lain yang kerap dirasakan oleh pasien Omicron.

Pihak National Health Service (NHS) mengungkapkan bahwa gejala lain yang mungkin dirasakan oleh pasien Omicron adalah hilangnya nafsu makan. Dengan begitu, asupan makanan yang diperlukan tubuh akan berkurang dan menghambat pemulihan pada pasien.

Meskipun gejala varian Omicron tergolong ringan, namun menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh penting dilakukan. Salah satunya harus menjaga asupan makanan yang dikonsumsi.

Oleh karena itu, untuk mengurangi risiko terinfeksi Omicron maka sebaiknya tidak mengkonsumsi makanan berikut karena bisa menyebabkan peradangan. Dikutip dari Healthline, berikut deretan makanan yang harus dihindari.

1. Gula dan sirup jagung

Gula dan sirup jagung merupakan salah satu makanan yang bisa membuat orang rentan terkena Omicron, sebab dapat memicu peradangan. Tak hanya itu, sebuah penelitian bahkan mengungkapkan bahwa gula bisa meningkatkan pengembangan kanker payudara yang menyebar ke paru-paru.

Selain itu, gula dan makanan lain yang mengandung fruktosa bisa meningkatkan risiko terkena obesitas, resistensi insulin, diabetes, hati berlemak, kanker, dan penyakit ginjal.

Gula mengandung 50 persen glukosa dan fruktosa, sedangkan sirup jagung mengandung fruktosa setinggi 45 persen dan glukosa 55 persen.

2. Lemak trans

Lemak trans adalah lemak buatan yang paling tidak sehat dan sering ditemui di dalam makanan. Lemak ini dibuat dengan menambahkan hidrogen ke lemak tak jenuh untuk memberi mereka stabilitas lemak yang lebih padat.

Lemak trans terbukti bisa menyebabkan peradangan dan meningkatkan risiko penyakit, termasuk Omicron. Lemak ini bisa menurunkan kolesterol baik dan merusak fungsi sel endotel yang melapisi arteri.

Makanan tinggi lemak trans terdapat pada kentang goreng dan makanan cepat saji lainnya, popcorn, margarin dan mentega nabati, kue kering kemasan, dan semua makanan olahan yang mengandung minyak sayur terhidrogenasi.

KLIK DI SINI UNTUK KE HALAMAN SELANJUTNYA

Saksikan juga: Mengupas Fotografi Hantu

[Gambas:Video 20detik]



(up/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT