Senin, 28 Mar 2022 06:00 WIB

Rutin BAB Bikin Cepat Langsing? Ini Faktanya

Dzihni Ismah Hanifah - detikHealth
Man suffers from diarrhea is sitting on toilet bowl and toilet paper roll near his legs - diarrhea concept Foto: Getty Images/iStockphoto/andriano_cz
Jakarta -

Buang air besar atau BAB adalah proses membuang sisa makanan keluar dari tubuh. Tentu saja hal ini berarti berkurangnya sebagian kecil dari berat badan. Meskipun demikian, ini tidak menurunkan berat badan secara permanen.

Berat badan memang akan berkurang setelah BAB. Bobot yang terpangkas tergantung pada berat feses yang dibuang saat BAB, hal ini dapat berbeda pada masing-masing individu.

Berat tinja seseorang dapat bervariasi tergantung pada berbagai faktor seperti ukuran tubuh, kebiasaan makan, asupan cairan, serta keteraturan untuk buang air besar. Rata-rata berat tinja adalah sekitar 113 gram hingga 453 gram.

Dikutip dari Medical News Today, seseorang yang ingin berat badannya turun dianjurkan untuk mencoba diet sehat yang mengandung banyak serat. Diet ini menyebabkan seseorang lebih sering buang air besar dan dapat menghilangkan sembelit.

Diet penurunan berat badan yang sehat biasanya mencakup banyak buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian, itu semua mengandung serat yang tinggi. Memasukkan lebih banyak serat dalam makanan dapat meningkatkan berat tinja dan mendorong buang air besar lebih teratur.

Karena itu, seseorang yang mengikuti diet penurunan berat badan mungkin lebih sering buang air besar. Namun, penting untuk diingat bahwa penurunan berat badan disebabkan oleh aspek lain dari diet bukan peningkatan buang air besar.

Serat membantu mengeluarkan tinja, dan tanpa itu, tinja mungkin longgar dan berair. Kurangnya serat juga dapat menyebabkan sembelit.

Diet penurunan berat badan yang tinggi serat dan dapat meningkatkan pergerakan usus meliputi:

  • Pola makan vegetarian
  • Diet vegetarian
  • Diet mediterania


Simak Video "Ahli Gizi Jawab soal Diet Harus Batasi Garam dan Gula"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)