Minggu, 05 Jun 2022 22:30 WIB

Catat! 5 Makanan Penghancur Lemak yang Cocok untuk Sarapan

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
tips perut buncit Foto ilustrasi: iStock
Jakarta -

Setiap orang pasti menginginkan bentuk tubuh yang ideal. Salah satu cara untuk mendapatkannya adalah dengan membakar lemak berlebih yang ada di dalam tubuh.

Biasanya, untuk membakar lemak kebanyakan orang akan melakukan olahraga. Tapi, tanpa disadari ternyata makanan yang dikonsumsi juga berpengaruh pada proses pembakaran lemak.

Agar pembakaran lemak lebih maksimal, pilihlah makanan yang bisa membantu mematikan gen lemak hingga mengubah lemak menjadi energi. Dikutip dari laman Eat This, ini 5 makanan penghancur lemak yang sangat cocok dipilih untuk sarapan pagi.

1. Oatmeal

Ternyata saat diet masih boleh mengkonsumsi karbohidrat, salah satunya oatmeal. Menurut sebuah studi dari Universitas Tufts, orang yang mengkonsumsi tiga porsi oatmeal memiliki lemak perut 10 persen lebih sedikit. Ini dibandingkan dengan orang yang masih mengkonsumsi karbohidrat putih olahan, seperti nasi, roti, atau pasta.

Teorinya, oatmeal memiliki serat yang tinggi dan sifat pembakarannya lebih lambat. Jadi, bisa membuat kamu kenyang lebih lama.

2. Ubi Jalar

Sama seperti oatmeal, ubi jalar juga termasuk salah satu karbohidrat yang lebih lambat dicerna tubuh. Sehingga mereka yang mengkonsumsinya bisa merasa kenyang lebih lama.

Ubi jalar mengandung karotenoid dan antioksidan. Ini berfungsi untuk menstabilkan kadar gula darah dan menurunkan resistensi insulin, yang membantu tubuh secara efisien mengubah kalori menjadi energi.

3. Telur

Makanan penghancur lemak selanjutnya adalah telur. Telur merupakan salah satu sumber kolin terbaik, nutrisi pembakar lemak utama yang membantu mematikan gen penyimpanan lemak di perut.

Selain itu, telur juga sumber protein tanpa lemak yang dapat mengatur kecepatan pembakaran lemak sepanjang hari saat dikonsumsi untuk sarapan. Berdasarkan penelitian yang diterbitkan di jurnal Nutrilon Research, orang yang mengkonsumsi telur memiliki respons yang lebih rendah terhadap ghrelin, tidak cepat lapar pada tiga jam kemudian, dan mengkonsumsi lebih sedikit kalori selama 24 jam berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Ahli Gizi Jawab soal Diet Harus Batasi Garam dan Gula"
[Gambas:Video 20detik]