Diet Intermittent Fasting Ala Ade Rai, Bisa Pangkas Lemak dalam Seminggu

ADVERTISEMENT

Diet Intermittent Fasting Ala Ade Rai, Bisa Pangkas Lemak dalam Seminggu

Fadilla Namira - detikHealth
Rabu, 11 Jan 2023 21:00 WIB
Ade Rai
Diet Intermittent fasting ala Ade Rai (Foto: 20detik)
Jakarta -

Viral tips diet puasa atau intermittent fasting ala Ade Rai. Mantan binaragawan ini menyebut menurunkan berat badan dalam waktu seminggu sebenarnya tidak sulit dilakukan jika masyarakat menerapkan metode yang dipaparkannya secara konsisten. Diet seperti apa sih itu?

Sebelum lihat tipsnya, ketahui dulu apa itu intermittent fasting secara umum. Intermittent Fasting (IF) adalah metode diet yang berprinsip kepada jendela makan. Artinya, seseorang bisa makan hanya dalam siklus waktu tertentu saja, hampir mirip dengan cara puasa pada ajaran umat muslim.

Belakangan, IF jadi jenis diet yang paling digemari atau tren di beberapa negara, termasuk Indonesia. Para artis kondang, misalnya Melani Ricardo dan Nagita Slavina, pun mengikuti tren ini guna mendapatkan bentuk tubuh ideal.

Tak ingin melewatkan momen tersebut, Ade Rai pun membagikan cara diet sehat melalui kanal Youtube pribadinya bernama Dunia Ade Rai. Melalui pemantauan detikcom (11/1/2023), baru tiga bulan mengunggah tips tersebut, penontonnya hampir mencapai satu juta. Lantas, apa kata pria berumur 52 tahun itu?

"Ya karena menurut saya memang pendekatan puasa itu adalah salah satu pendekatan yang paling mudah, yang paling murah, dan juga yang paling mungkin kalau bisa dibilang mungkin paling nyaman, tetapi juga ternyata menyehatkan," ujar Ade Rai ketika dihubungi tim detikcom, Selasa (10/1).

Intermittent Fasting Ala Ade Rai

Dalam penjelasannya, ada empat poin penting jika seseorang ingin menurunkan berat badan dalam waktu singkat. Bahkan, jika seseorang hanya mengikuti poin nomor satu saja, Ade meyakini berat badan orang itu akan tetap turun. Berikut keempat poin tersebut:

1. Atur Jendela Makan

Poin utama dalam menjalani intermittent fasting adalah mengatur jendela makan. Pada dasarnya, setiap orang dewasa menghabiskan tujuh hingga delapan jam untuk tidur. Artinya, sekitar 30 persen dalam sehari dihabiskan masyarakat untuk tidak makan dan 70 persen lainnya adalah kemungkinan waktu untuk makan.

"Oleh sebab itu, kita switch (ganti) bagaimana caranya jendela makan itu bisa hanya 30 persen untuk makan, sementara 70 persen sisanya tidak makan," kata Ade.

Guna mendapatkan metode tersebut, Ade menyarankan untuk tidak makan pagi atau menggunakan time restricted feeding (jendela makan). Ia memberikan range untuk memilih durasi jendela makan, yaitu:

  • 8 pagi - 4 sore
  • 10 pagi - 6 sore
  • 1 siang - 8 malam

Di antara pilihan itu, Ade merekomendasikan jendela makan 8 pagi - 4 sore. Sebab, semakin malam seseorang tidak makan, maka penimbunan lemak semakin sedikit. Tujuan jeda yang cukup panjang dari jendela makan adalah badan menggunakan lemak sebagai sumber tenaga ketika tidak ada asupan tambahan.

"Stage of fasting setelah 12 jam ke atas, badan akan menggunakan lemak sebagai cadangan makanan (stored food) untuk dipecah," jelasnya.

2. Kontrol Asupan Karbohidrat

Agar hasilnya maksimal, seseorang pun harus mengelola asupan harian karbohidrat. Sebaiknya, pilihlah sumber karbohidrat yang alami supaya nutrisinya lebih lengkap. Pangan alami cenderung memiliki tinggi serat di samping gula, misalnya sayur-sayuran dan ubi.

Ade mengingatkan makanan bertepung, termasuk kue, roti, mie, dan kerupuk, merupakan sumber karbo yang buruk. Apalagi jika ditambah dengan minuman manis serta saus-sausan yang mengandung gula yang banyak.

"Maka tentunya sayur-sayuran atau ubi, mungkin kentang kadang-kadang kita makan juga sama kulitnya jadi menambah seratnya lebih tinggi. Otomatis potensi untuk disimpan di dalam sel lemak itu menjadi lebih kecil," pungkas Ade Rai.

3. Tingkatkan Protein dan Pilih Lemak Alami

Prioritaskan protein alami dalam setiap piring, seperti ayam, ikan, sapi, dan kambing. Sebab, protein mengandung lemak baik bagi tumbuh.

"Karbo sudah dikurangi, berarti boleh dong menaikan lemaknya? Boleh, asalkan lemak yang diambil berasal dari protein alami itu sendiri, misalnya 'red meat' atau lemak alami dari minyak kelapa, minyak zaitun, alpukat, dan kuning telur," papar Ade.

Selain itu, permasalahan utama ketika mengonsumsi protein adalah proses masaknya. Pemanasan tinggi mengakibatkan kerusakan nutrisi dari sumber protein tersebut. Bahkan, proses pemanggangan atau pembakaran yang terlalu lama memicu zat karsinogen penyebab kanker. Jadi, pilihlah cara memasak yang efektif bagi protein alami.

4. Olahraga

Olahraga sebelum makan akan meningkatkan akselerasi pada puasa itu sendiri. Jadi, ketika seseorang menerapkan jendela makan, secara tidak langsung terjadi pembakaran lemak. Pembakaran itu kian efektif bila dibarengi dengan olahraga.

"Pada saat olahraga kita menciptakan 'stress by design'. Saat itulah, berbagai hormon kita masuk dalam kategori grup dinamakan katekolamin. Ketika itu terjadi, dia akan mengaktifkan hormon sensitif di mana badan akan menggunakan lemak itu lebih optimal lagi," beber Ade.

Olahraga terbaik ketika seseorang tengah berpuasa adalah latihan beban, bukan kardio, guna menghindari energi hilang sepenuhnya.

Testimoni Masyarakat Coba Intermittent Fasting Ala Ade Rai

Dengan pemaparan yang jelas dan detail, banyak netizen terbuai untuk mengikuti cara diet yang dibagikan Ade Rai, salah satunya Lintang. Melalui akun Twitternya @lntngnvntr, Lintang menunjukan transformasi tubuh yang semulanya buncit kini berubah jadi berotot dan 'sixpack'.

Lebih mengejutkannya lagi, transformasi berat badan Lintang dari 79 kg ke 64 kg didapatkan hanya dalam tiga bulan lebih atau 100 hari.

"100 hari doang (emoji damai). Kombinasi IF (intermittent fasting) sama workout," tulis Lintang dalam akun Twitternya.

Alasan mengikuti diet ini karena dulunya ia merasa tidak percaya diri dengan penampilan. Selain itu, aktivitas yang padat membuatnya lebih yakin untuk memilih IF.

"Karena aktivitas yang padat, IF terasa paling cocok. Nggak perlu ribet atau mikir keras apa yang dimakan, apa yang boleh, apa yang nggak boleh," kata Lintang.

Jadi, intermittent fasting ala Ade Rai mewajibkan setiap orang untuk disiplin menerapkan pola makan sehat dalam jangka waktu tertentu. Meski begitu, beberapa kondisi tidak disarankan mengikuti IF, seperti ibu hamil dan menyusui, pengidap diabetes, hipotensi, gangguan pencernaan, pengguna obat-obatan tertentu, orang dengan eating disorder, serta anak-anak di bawah 18 tahun.



Simak Video "Hal yang Harus Diperhatikan Dalam Menjalani Intermittent Fasting"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/suc)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT