Kolom Gizi

Awas Jebakan 'Minuman Gula Rasa Susu', Pintar-pintar Baca Label Produk!

Fitri Isnia Nuryani, S.Pt - detikHealth
Kamis, 01 Jan 2026 06:20 WIB
Label bisa mempengaruhi persepsi. Foto: Getty Images/kool99
Jakarta -

Ramainya perbincangan soal produk berbasis susu belakangan ini membuka satu persoalan penting yang sering luput dibahas, yakni cara masyarakat memahami label pangan. Dari sisi kesehatan, istilah pada kemasan memiliki pengaruh besar dalam membentuk persepsi (cara pandang) konsumen tentang kualitas gizi suatu produk. Tidak sedikit orang mengira bahwa minuman dengan label "mengandung susu" otomatis dapat menggantikan susu sebagai sumber gizi utama.

Pengaruh label terhadap persepsi ini didukung oleh kajian ilmiah yang dipublikasikan dalam jurnal Public Health Nutrition oleh Gillian Cowburn dan Lynn Stockley. Kajian tersebut menunjukkan bahwa meskipun banyak konsumen memperhatikan label gizi, pemahaman terhadap arti dan konteks informasi yang tertera masih terbatas. Akibatnya, klaim pada kemasan kerap disalahartikan sebagai gambaran langsung dari nilai gizi produk secara keseluruhan.

Kesalahpahaman inilah yang kemudian paling sering muncul pada klaim tertentu yang terdengar sederhana, tetapi berdampak besar terhadap cara konsumen menilai kualitas suatu produk.

'Mengandung Susu' Bukan Berarti Sumber Protein

Banyak produk minuman mencantumkan klaim "mengandung susu" di bagian depan kemasan. Dari sisi kesehatan, klaim ini kerap disalahartikan sebagai jaminan bahwa produk tersebut kaya protein dan kalsium seperti susu murni. Padahal secara gizi, istilah "mengandung" hanya menunjukkan adanya unsur susu, tanpa menjelaskan seberapa besar proporsinya dalam produk.

Cowburn dan Stockley dalam Public Health Nutrition mencatat bahwa konsumen sering mengaitkan klaim pada kemasan dengan kualitas gizi yang lebih tinggi, meskipun kandungan zat gizi utama seperti protein sebenarnya rendah. Temuan ini diperkuat oleh penelitian Didem H. Besler dalam Journal of Nutrition Education and Behavior, yang menunjukkan bahwa konsumen kerap tidak menyadari bahwa bahan yang disebutkan di label bisa saja hanya digunakan dalam jumlah kecil dan bukan menjadi sumber gizi utama produk.

Untuk memahami seberapa besar kontribusi suatu bahan terhadap gizi produk, konsumen tidak cukup hanya membaca klaim, tetapi perlu melihat susunan bahan yang digunakan.



Simak Video "Video Dokter Kepo Dong: Susu Mentah Lebih Baik untuk Anak?"


(fti/up)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork