Ahli Diet Sarapan Cuma Makan Putih Telur Selama 2 Minggu, Begini Efeknya

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Kamis, 15 Jan 2026 08:38 WIB
Foto: Getty Images/iStockphoto/svehlik
Jakarta -

Seorang ahli diet mengaku terbiasa dengan rutinitas sarapan yang sederhana. Hampir setiap hari, Karen Ansel, RDN, menyantap dua butir telur, entah direbus, orak-arik, atau setengah matang, kadang dipadukan dengan sayur dan buah.

Ansel pun diminta menjalani tantangan makan putih telur saja untuk sarapan setiap hari selama dua minggu, dan tidak merasa keberatan.

"Tidak masalah. Saya bisa melakukannya," pikirnya saat memulai tantangan tersebut, dikutip dari Women's Health.

Alasan memilih putih telur cukup menggoda. Dibandingkan telur utuh, putih telur lebih rendah kalori, lemak, dan kolesterol, tetapi tetap mengandung protein tinggi.

"Dengan tiga setengah ram protein berkualitas tinggi per butir, putih telur adalah makanan utama untuk mengontrol nafsu makan dan membangun otot," jelas Ansel.

Hal-hal yang Dirasakan Karen

1. Kenyang Lebih Lama di Pagi Hari

Awalnya, ia khawatir sarapan putih telur tidak cukup mengenyangkan. Kekhawatiran itu ternyata tidak terbukti.

Beberapa putih telur, biasanya dari dua hingga tiga butir telur, ternyata mampu membuat Ansel kenyang hingga waktu makan siang.

Putih telur tersebut kerap dicampur dengan sayuran seperti daun bawang atau bayam, ditambah satu porsi buah untuk variasi. Selama dua minggu itu, ia mengaku tidak mengalami perut keroncongan di tengah pagi.

2. Olahraga Terasa Lebih Optimal

Sebelum olahraga pagi, ia terbiasa makan makanan ringan agar tidak terasa berat di perut. Telur orak-arik dalam porsi besar biasanya tidak cocok, tetapi dua putih telur rebus justru terasa pas.

Ansel merasakan energi yang stabil selama latihan, tanpa rasa lemas yang kerap muncul setelah mengonsumsi karbohidrat seperti pisang atau roti panggang. Selain itu, tidak ada rasa begah atau kembung yang mengganggu saat berolahraga.

3. Cepat Bosan dengan Putih Telur

Meski bisa makan telur utuh setiap hari tanpa jenuh, cerita berbeda terjadi pada putih telur. Ia mengaku cepat merasa bosan.

Berbagai percobaan dilakukan, termasuk membuat oatmeal 'tanpa oat' dari campuran putih telur, pisang, susu, dan kayu manis. Tetapi, hasilnya justru mengecewakan.

Tekstur putih telur juga kerap menjadi kenyal berlebihan. Saat dibuat omelet, rasanya bahkan diibaratkan seperti plastik.



Simak Video "Video: Rating Menu Sarapan Pekerja Kantoran, Mana yang Paling Bernutrisi?"


(sao/kna)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork