Kolom Gizi

7 Sinyal Tubuh Kelebihan Gula, Termasuk Cepat Lapar dan Susah Tidur

Mhd. Aldrian, S.Gz - detikHealth
Minggu, 18 Jan 2026 18:16 WIB
Tanda-tanda tubuh kelebihan gula. Foto: Getty Images/jirkaejc
Jakarta -

Bukan tanpa alasan jika diabetes disebut ibu dari segala penyakit. Komplikasi yang timbul karena ketidakmampuan tubuh mengontrol kadar gula darah bisa berdampak ke berbagai fungsi organ dan berakibat fatal.

Kondisi tersebut tidak terjadi tiba-tiba, terdapat proses panjang yang luput disadari. Salah satu faktor yang kerap terlibat adalah konsumsi gula berlebih yang berlangsung lama, memicu gangguan metabolik, peradangan, hingga kerusakan jaringan. Untungnya, sebelum kondisi berat muncul, tubuh biasanya sudah memberi banyak sinyal peringatan.

Berikut beberapa tanda yang sering muncul ketika tubuh mulai kewalahan menghadapi asupan gula yang terlalu tinggi secara terus-menerus.

1. Energi Naik Turun Seperti Roallercoaster

Salah satu tanda paling umum dari konsumsi gula berlebihan adalah siklus energi yang tidak stabil. Setelah mengonsumsi minuman manis atau camilan tinggi gula, tubuh memang bisa merasakan lonjakan energi yang cepat, sering disebut sugar rush. Namun efek ini biasanya tidak bertahan lama.

Tak lama kemudian, energi justru turun drastis atau dikenal sebagai sugar crash. Kondisi ini terjadi karena lonjakan gula darah memicu respons insulin yang berlebihan. Insulin bekerja terlalu agresif menarik gula keluar dari aliran darah, sehingga kadar gula darah bisa jatuh terlalu rendah. Akibatnya, tubuh terasa lemas, lesu, sulit fokus, dan suasana hati ikut memburuk.

Bila pola ini terjadi berulang, tubuh seperti dipaksa terus beradaptasi dengan perubahan ekstrem. Ini menjadi sinyal bahwa sistem pengaturan gula darah sedang bekerja di bawah tekanan, meski belum menimbulkan keluhan yang terlihat serius.

2. Terjadi Glikasi

Ketika asupan gula terlalu tinggi dan berlangsung lama, tubuh tidak hanya berhadapan dengan lonjakan gula darah sesaat. Gula juga dapat menempel pada protein dan lemak melalui proses yang disebut glikasi. Proses ini menghasilkan senyawa bernama advanced glycation end products (AGEs).

AGEs bersifat merusak jaringan dengan mempercepat penuaan sel, mengganggu elastisitas pembuluh darah, dan memicu peradangan kronis. Karena terjadi perlahan, glikasi sering tidak menimbulkan keluhan langsung. Namun dalam jangka panjang, proses ini berkontribusi pada berbagai komplikasi metabolik termasuk pada kondisi "jempol kaki copot".



Simak Video "Video Kemenkes Warning 65 Juta Warga RI Kena Hipertensi Akibat Hobi Asin!"


(mal/up)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork