Banyak orang merasa tubuhnya tetap baik-baik saja meski berat badan berlebih. Tidak ada keluhan berarti, aktivitas sehari-hari berjalan normal, sehingga kondisi ini kerap dianggap bukan masalah. Padahal, kelebihan berat badan dapat berkaitan erat dengan gangguan metabolik yang berkembang perlahan, termasuk peningkatan gula darah yang sering luput disadari di tahap awal.
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengingatkan, kondisi gemuk bukan sekadar soal penampilan.
"Gemuk itu masalah. Gemuk itu nanti akan menyebabkan tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan gula darah," ujarnya dalam Rapat Kerja bersama Komisi IX DPR RI, Senin (19/1/2026).
Ia juga menekankan bahwa banyak orang gemuk merasa sehat sehingga membiarkan kadar gula darah tidak terkontrol, padahal kondisi tersebut dapat memicu berbagai penyakit serius di kemudian hari.
Kenapa Orang Gemuk Sering Merasa Sehat?
Berat badan berlebih tidak selalu langsung menimbulkan keluhan yang terasa. Pada banyak orang, kenaikan berat badan terjadi perlahan sehingga tubuh seolah mampu "beradaptasi" tanpa gejala yang jelas. Kondisi inilah yang membuat orang gemuk kerap merasa tidak perlu memeriksakan diri. Padahal, perubahan metabolik bisa mulai terjadi secara diam-diam, termasuk gangguan pada pengaturan gula darah.
Menkes menegaskan bahwa kondisi ini tidak boleh dianggap sepele. Ia mengingatkan bahwa masalah gula darah kerap diabaikan karena tidak menimbulkan keluhan di awal.
"Ini gula, gula ini mother of all diseases. Didiemin kita ngerasa sehat, orang Indonesia suka gitu kan. Nggak diapa-apain, kena ginjal, kena mata, kena stroke, kena jantung, segala macam penyakit keluar," ujarnya. Situasi inilah yang membuat risiko diabetes dan komplikasinya sering baru terdeteksi ketika kondisi sudah berkembang lebih jauh.
Simak Video "Health Corner: Kelola Obesitas Secara Aman, Waspada Produk Abal-Abal"
(fti/up)