Langkah Emas Raih Kemenangan

Vitamin Apa yang Penting Saat Puasa dan Bagaimana Cara Mengonsumsinya?

Fitri Isnia Nuryani, S.Pt - detikHealth
Senin, 02 Mar 2026 17:06 WIB
Kebutuhan vitamin saat puasa. Foto: Getty Images/AsiaVision
Jakarta -

Selama berpuasa, tubuh tidak hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga beradaptasi dengan perubahan pola makan dan ritme metabolisme. Asupan energi yang biasanya tersebar dari pagi hingga malam kini terkonsentrasi hanya saat sahur dan berbuka.

Dalam kondisi ini, tubuh akan menggunakan cadangan energi secara bertahap, sementara kebutuhan akan cairan, vitamin, dan mineral tetap berjalan seperti biasa.

Jika asupan saat sahur dan berbuka tidak direncanakan dengan baik, tubuh bisa lebih mudah merasa lemas, mengantuk, sulit berkonsentrasi, bahkan mengalami penurunan daya tahan. Tidak sedikit orang yang kemudian memilih mengonsumsi suplemen atau vitamin tambahan agar tetap bugar selama berpuasa.

Namun, sebelum memutuskan minum vitamin tertentu, penting untuk memahami terlebih dahulu apa saja kebutuhan nutrisi tubuh selama puasa. Dengan mengetahui kebutuhan dasarnya, pemilihan jenis vitamin dan waktu konsumsinya bisa disesuaikan agar manfaatnya lebih optimal.

Apa Saja Kebutuhan Nutrisi Tubuh Saat Puasa?

Selama berpuasa, tubuh tetap membutuhkan energi, cairan, vitamin, dan mineral seperti hari biasa. Bedanya, waktu makan hanya terbatas saat sahur dan berbuka. Kementerian Kesehatan RI menegaskan, kebutuhan gizi tetap harus terpenuhi agar metabolisme dan daya tahan tubuh tidak menurun.

Saat tidak ada asupan selama beberapa jam, tubuh menggunakan cadangan glikogen sebagai energi. Setelah itu, tubuh mulai membakar lemak, proses yang dikenal sebagai metabolic switching. Tinjauan di jurnal Nutrients (2019) menunjukkan peningkatan pembakaran lemak selama puasa Ramadan sebagai bentuk adaptasi alami tubuh.

Meski normal, kondisi ini tetap membutuhkan asupan yang cukup saat sahur. Jika kurang karbohidrat kompleks, protein, dan cairan, tubuh bisa lebih cepat lemas dan sulit fokus. Studi di Frontiers in Nutrition juga mencatat perubahan pola makan Ramadan memengaruhi ritme metabolisme harian.

Karena itu, sahur dan berbuka sebaiknya tidak sekadar mengenyangkan, tetapi tetap seimbang dan bergizi. Inilah fondasi penting sebelum memutuskan perlu atau tidaknya vitamin tambahan selama puasa.



Simak Video "Video: Masuk Usia 25+, Kenapa Kulit Mulai Berubah?"


(fti/up)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork