Suasana Ramadan selalu identik dengan perubahan ritme. Waktu makan bergeser, jam tidur menyesuaikan, pola aktivitas ikut berubah. Di tengah adaptasi itu, ada satu hal yang sering luput diperhatikan: kecukupan protein harian.
Banyak yang memanfaatkan momen puasa untuk menurunkan berat badan. Puasa memang bisa membuat berat badan bergerak turun, tetapi ada cerita lain yang jarang disadari. Jika asupan protein tidak terpenuhi, massa otot juga bisa ikut menyusut. Tubuh memang kehilangan berat, tetapi yang hilang bukan hanya lemak, melainkan juga jaringan otot yang selama ini membantu menjaga metabolisme tetap aktif.
Puasa bukan alasan untuk mengabaikan pemenuhan kebutuhan zat gizi. Waktu makan memang lebih singkat, hanya saat sahur dan setelah berbuka. Namun, kebutuhan protein tetap bisa dipenuhi dengan strategi yang tepat. Kuncinya ada pada pemilihan sumber protein dan cara membaginya dalam jendela makan yang terbatas.
Kenapa Penting Tetap Penuhi Kebutuhan Protein Harian?
Protein adalah komponen utama pembentuk jaringan otot. Setiap hari, serabut otot mengalami proses pemecahan dan pembentukan ulang. Proses ini membutuhkan asam amino sebagai bahan baku utama.
Selain otot, protein membentuk enzim dan hormon yang mengatur berbagai reaksi metabolisme. Sistem imun juga bergantung pada protein untuk memproduksi antibodi. Asupan yang kurang dalam waktu tertentu dapat memengaruhi kekuatan otot dan daya tahan tubuh.
Sejumlah penelitian di jurnal seperti Nutrients dan The American Journal of Clinical Nutrition menunjukkan kecukupan protein berperan penting dalam mempertahankan massa otot, terutama saat tubuh berada dalam kondisi defisit kalori seperti puasa. Tubuh membutuhkan pasokan asam amino yang stabil agar proses pembentukan protein otot tetap berlangsung optimal.
Simak Video "Video: Temuan Baru, Pasta Gigi dari Keratin Rambut"
(mal/up)