Orang Indonesia dikenal akrab dengan makanan pedas. Sambal hampir selalu hadir di meja makan, mulai dari sambal terasi, sambal bawang, sampai sambal ijo. Banyak yang merasa makan belum lengkap jika tidak ada sensasi pedas di lidah.
Kebiasaan itu sering terbawa saat momen puasa pada menu berbuka. Setelah menahan lapar seharian, sebagian orang langsung memilih menu yang pedas agar makan terasa lebih nikmat. Gorengan dengan cabai rawit atau lauk yang disiram sambal sering menjadi makanan favorit
Perut yang sudah kosong sejak pagi sebenarnya sedang berada dalam kondisi sensitif. Makanan pedas dapat merangsang lambung untuk bereaksi lebih kuat. Cabai yang menjadi sumber rasa pedas termasuk salah satu makanan yang dapat memicu respons tersebut.
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Critical Reviews in Food Science and Nutrition (2016) menjelaskan bahwa cabai mengandung senyawa aktif bernama capsaicin yang dapat merangsang reseptor saraf yang dikenal sebagai TRPV1, reseptor yang juga terdapat pada saluran pencernaan. Aktivasi reseptor tersebut dapat memicu sensasi panas dan meningkatkan aktivitas saluran cerna.
Lambung yang Kosong Lebih Sensitif terhadap Rangsangan
Selama puasa, lambung tidak benar-benar berhenti bekerja. Organ ini tetap memproduksi asam lambung dalam jumlah tertentu. Kondisi perut yang kosong selama berjam-jam membuat lapisan lambung lebih peka terhadap makanan yang masuk.
Makanan pertama saat berbuka biasanya langsung memicu lambung untuk kembali aktif mencerna. Respons ini normal karena tubuh sedang bersiap menerima asupan setelah jeda makan yang cukup lama.
Rasa pedas dari cabai dapat memperkuat rangsangan tersebut. Penelitian dalam Neurochemical Research tahun 2023 menjelaskan bahwa capsaicin dapat memicu pelepasan zat kimia tertentu yang berkaitan dengan sekresi asam lambung dan sensasi terbakar pada saluran pencernaan.
Situasi ini menjelaskan mengapa makanan pedas terasa jauh lebih kuat ketika dimakan saat perut kosong dibandingkan setelah makan.
Simak Video "Video: Kenapa Stres Bisa Picu GERD?"
(mal/up)