Kolom Gizi

Cara Mengolah Opor dan Rendang agar Lebih Ramah Kolesterol Saat Lebaran

Fitri Isnia Nuryani, S.Pt - detikHealth
Jumat, 20 Mar 2026 12:12 WIB
Ilustrasi olahan opor yang 'ramah kolesterol'. Foto: iStock
Jakarta -

Lebaran identik dengan hidangan bersantan seperti opor ayam dan rendang. Di balik cita rasanya yang gurih, makanan tinggi santan dan daging berlemak ini kerap dikaitkan dengan lonjakan kolesterol setelah hari raya. Tak sedikit orang mengaku hasil cek darahnya meningkat usai rangkaian open house dan makan tanpa jeda.

Secara umum, asupan lemak jenuh berlebih dapat memengaruhi kadar kolesterol dalam darah, terutama jika dikonsumsi berulang dalam waktu singkat. Meski begitu, opor dan rendang bukan berarti harus dihindari sepenuhnya. Cara pengolahan serta strategi konsumsi yang tepat dapat membantu menekan risikonya tanpa menghilangkan tradisi makan bersama saat Lebaran.

Kandungan Lemak Jenuh pada Santan dan Daging, Seberapa Besar Pengaruhnya ke Kolesterol?

Hidangan lebaran seperti opor dan rendang menggunakan santan dan daging yang sama-sama mengandung lemak jenuh. Santan kaya asam laurat dan miristat, sementara daging berlemak turut menambah total asupan lemak jenuh harian. Meski demikian, efek asam lemak dalam santan tetap bergantung pada jumlah konsumsi dan pola makan secara keseluruhan.

Menurut WHO, konsumsi lemak jenuh berlebih berkaitan dengan peningkatan kadar kolesterol LDL (low-density lipoprotein). Kadar LDL yang tinggi dalam jangka panjang berperan dalam proses aterosklerosis, yakni penumpukan plak di pembuluh darah yang meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. American Heart Association juga merekomendasikan pembatasan lemak jenuh sekitar 5-6 persen dari total kalori harian, terutama pada individu dengan kolesterol tinggi.

Namun, kenaikan kolesterol tidak terjadi hanya karena satu kali makan. Risiko meningkat ketika konsumsi makanan tinggi lemak berlangsung berulang dalam beberapa hari dengan porsi besar, seperti saat lebaran. Karena itu, yang perlu dikendalikan bukan satu jenis makanan, melainkan total asupan dan frekuensi konsumsinya.





Simak Video "Video: Takjil Kurma Ditambah Butter, Berapa Kalorinya?"


(fti/up)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork