Kolom Gizi

Tips Mengatasi Sembelit Sehabis Makan Serba Lemak dan Daging

Mhd. Aldrian, S.Gz - detikHealth
Minggu, 29 Mar 2026 08:06 WIB
Susah BAB. Foto: iStock
Jakarta -

Momen Lebaran identik dengan meja makan yang penuh hidangan enak dari mulai opor ayam, rendang, semur daging, hingga sate dan gulai, hampir semuanya berbahan dasar daging dan dimasak dengan bumbu yang kaya lemak. Tidak sedikit yang akhirnya makan jauh lebih banyak dari biasanya, apalagi saat bersilaturahmi ke rumah keluarga atau kerabat.

Namun setelah beberapa hari menikmati berbagai hidangan tersebut, sebagian orang mulai merasakan keluhan yang cukup mengganggu: perut terasa penuh, kembung, dan sulit buang air besar. Sembelit setelah Lebaran sebenarnya bukan hal yang aneh. Salah satu penyebabnya adalah perubahan pola makan yang mendadak, terutama ketika konsumsi daging meningkat sementara asupan serat dari sayur dan buah justru berkurang.

Daging merah memang kaya protein dan zat besi, tetapi tidak mengandung serat. Ketika makanan yang masuk ke saluran cerna didominasi protein dan lemak tanpa cukup serat serta cairan, pergerakan usus bisa melambat. Akibatnya, tinja menjadi lebih keras dan sulit dikeluarkan.

Kondisi ini sebenarnya bisa diatasi dengan menyeimbangkan kembali pola makan. Beberapa nutrisi tertentu diketahui dapat membantu sistem pencernaan bekerja lebih lancar setelah beberapa hari "terlalu dimanjakan" oleh hidangan Lebaran.

Makanan Sumber Serat

Saat menikmati hidangan Lebaran berbahan dasar daging yang fokus pada lauk utama dan sering melewatkan sayur atau buah. Ketika hidangan tinggi protein dan lemak tersebut dikonsumsi tanpa pendamping sayur atau buah, asupan serat harian menjadi sangat rendah dan pergerakan usus dapat melambat.

Kombinasi daging dengan sayuran dan buah sebenarnya membantu menjaga keseimbangan pencernaan. Serat dari sayur dan buah menambah volume tinja sekaligus membantu mendorongnya bergerak di sepanjang usus sehingga buang air besar tetap lancar.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Nutrients (2019) menunjukkan bahwa peningkatan konsumsi serat berkaitan dengan frekuensi buang air besar yang lebih baik dan penurunan gejala sembelit. Serat menyerap air dan menambah massa feses sehingga lebih mudah bergerak di saluran cerna.

Kebutuhan serat dapat dipenuhi dari sayuran hijau, buah segar, serta sumber serat lain seperti oatmeal atau biji-bijian utuh.



Simak Video "Video: Takjil Kurma Ditambah Butter, Berapa Kalorinya?"


(mal/up)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork