Kolom Gizi

Langsung Simpan Telur di Kulkas Vs Dicuci Dulu, Mana yang Lebih Aman?

Mhd. Aldrian, S.Gz - detikHealth
Jumat, 03 Apr 2026 07:03 WIB
Menyimpan telur di kulkas. Foto: iStock
Jakarta -

Kebiasaan mencuci telur sebelum disimpan di kulkas (chiller) mungkin 'relate' dilakukan bagi kebanyakan orang. Tujuannya sederhana, supaya kotoran dan debu yang menempel di cangkangnya hilang dan telur terlihat lebih bersih.

Logika ini memang terasa masuk akal. Sesuatu yang terlihat bersih biasanya dianggap lebih higienis dan lebih aman dimakan. Namun dalam dunia keamanan pangan, tidak semua bahan makanan yang dicuci justru menjadi lebih baik saat disimpan.

Belakangan ini topik tersebut kembali ramai diperbincangkan di media sosial. Banyak yang mulai mempertanyakan cara yang benar saat menyimpan telur. Sebagian memilih mencucinya terlebih dahulu sebelum masuk kulkas, sementara yang lain justru menyarankan agar telur tidak dicuci sama sekali sebelum disimpan.

Perdebatan ini membuat tidak sedikit orang bingung. Mana yang sebenarnya lebih tepat dilakukan? Apakah telur memang sebaiknya dicuci terlebih dahulu agar lebih higienis, atau justru dibiarkan apa adanya saat disimpan di kulkas?

Ada Lapisan Pelindung Alami Pada Telur

Di balik cangkangnya yang tampak keras, telur sebenarnya memiliki pelindung alami. Permukaan cangkang dilapisi lapisan sangat tipis yang disebut kutikula atau cuticle, kadang juga disebut bloom. Lapisan ini hampir tidak terlihat oleh mata, tetapi menempel di seluruh permukaan telur seperti lapisan film transparan yang melapisi cangkang.

Kutikula berfungsi sebagai pertahanan pertama telur dari lingkungan luar. Meski keras, cangkang telur secara alami memiliki ribuan pori mikroskopis yang memungkinkan pertukaran gas saat telur terbentuk di dalam tubuh ayam. Tanpa perlindungan tambahan, pori-pori ini bisa menjadi jalur masuk bakteri.

Di sinilah peran kutikula, yakni membantu menutup pori-pori tersebut sehingga mikroorganisme lebih sulit menembus ke bagian dalam telur. Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Foods tahun 2021 membuktikan bahwa lapisan ini membantu menurunkan risiko kontaminasi bakteri seperti Salmonella dan Escherichia coli pada telur segar.

Masalahnya, lapisan kutikula cukup rapuh terhadap air dan gesekan. Saat telur dicuci, terutama di bawah air mengalir atau digosok, lapisan tipis ini bisa ikut terangkat dari permukaan cangkang. Akibatnya, cangkang telur memang terlihat lebih bersih, tetapi perlindungan alaminya justru berkurang dan bakteri dari lingkungan menjadi lebih mudah masuk.



Simak Video "Video: Takjil Kurma Ditambah Butter, Berapa Kalorinya?"


(mal/up)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork