Rasa manis memang mudah disukai anak-anak. Namun di tengah banyaknya minuman manis, camilan kemasan, hingga makanan olahan, asupan gula anak sering tanpa sadar menjadi berlebihan.
Padahal tidak semua gula bekerja sama di dalam tubuh. Ada gula alami dari bahan makanan, ada pula gula bebas yang seringkali sebagai gula tambahan. Memahami perbedaannya penting agar bisa membatasi asupan gula pada anak sejak kecil.
Definisi Gula Bebas
Gula bebas (free sugar) adalah gula yang ditambahkan ke makanan atau minuman oleh produsen, juru masak, maupun konsumen. Gula yang terdapat dalam madu, sirup, bahkan jus buah juga termasuk dalam kategori ini. Menurut World Health Organization, gula bebas mencakup gula sederhana seperti glukosa, fruktosa, dan sukrosa yang berada di luar struktur alami bahan pangan.
Di sisi lain, ada gula alami yang terdapat pada buah utuh, sayuran, biji-bijian, dan susu. Pada makanan ini, gula berikatan bersama serat serta berbagai zat gizi lain sehingga proses penyerapannya di dalam tubuh berlangsung lebih lambat.
Perbedaan struktur ini membuat respons tubuh juga berbeda. Gula dari buah utuh dilepas secara bertahap sehingga kenaikan gula darah lebih terkendali dan rasa kenyang bertahan lebih lama. Sementara gula bebas dalam minuman manis atau makanan olahan dapat diserap lebih cepat sehingga kadar gula darah dapat meningkat dalam waktu singkat.
Simak Video "Video: Takjil Kurma Ditambah Butter, Berapa Kalorinya?"
(mal/up)