Kolom Gizi

Keseringan Makan Tempe Bikin Pria Mandul? Ini Faktanya

Mhd. Aldrian, S.Gz - detikHealth
Sabtu, 11 Apr 2026 17:09 WIB
Nutrisi tempe. Foto: iStock
Jakarta -

Tempe sudah lama menjadi bagian dari menu sehari-hari di Indonesia. Selain rasanya akrab di lidah, tempe juga dikenal sebagai sumber protein nabati yang mudah dijangkau.

Belakangan ini muncul anggapan bahwa terlalu sering makan tempe bisa membuat pria menjadi mandul dengan menurunkan kadar testosteron. Kekhawatiran ini biasanya dikaitkan dengan kandungan fitoestrogen dalam kedelai yang dianggap mirip dengan hormon estrogen pada tubuh manusia.

Sekilas anggapan ini terdengar masuk akal dan banyak yang percaya. Namun, apakah benar seperti itu? Mari kita bahas.

Fitoestrogen dalam Kedelai Tidak Bekerja Seperti Hormon Tubuh

Tempe dibuat dari kedelai yang mengandung senyawa isoflavon, salah satu jenis fitoestrogen. Senyawa ini memang memiliki struktur yang mirip dengan hormon estrogen, tetapi aktivitasnya di dalam tubuh jauh lebih lemah.

Tinjauan penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Fertility and Sterility tahun 2010 meneliti hubungan konsumsi kedelai dengan hormon pria. Hasilnya menunjukkan konsumsi produk kedelai tidak berkaitan dengan penurunan kadar testosteron pada pria sehat.

Temuan serupa juga dilaporkan dalam analisis yang dimuat dalam jurnal Reproductive Toxicology tahun 2021. Penelitian tersebut meninjau berbagai studi klinis dan menyimpulkan bahwa konsumsi protein kedelai maupun isoflavon tidak memengaruhi kadar testosteron total maupun testosteron bebas pada pria.

Dengan kata lain, keberadaan fitoestrogen dalam kedelai tidak serta merta mengganggu keseimbangan hormon pria.



Simak Video "Video: Takjil Kurma Ditambah Butter, Berapa Kalorinya?"


(mal/up)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork