Kurang tidur sering dianggap sepele, sekadar konsekuensi dari jadwal yang padat atau kebiasaan scrolling sebelum tidur. Padahal, di balik rasa kantuk di pagi hari, ada dampak yang jauh lebih kompleks yang terjadi di dalam tubuh. Mulai dari gangguan keseimbangan hormon, penurunan sensitivitas insulin, hingga meningkatnya hormon stres, semua bisa dipicu oleh kualitas tidur yang buruk.
Lebih dari itu, kurang tidur juga diam-diam memengaruhi cara tubuh mengatur rasa lapar dan kenyang. Lantas, seberapa besar sebenarnya pengaruh kurang tidur terhadap sistem tubuh, dan apa saja dampak yang perlu diwaspadai?
Kurang Tidur dan Gangguan Hormon: Apa yang Terjadi di Dalam Tubuh?
Kurang tidur memicu perubahan pada sistem hormon yang mengatur metabolisme tubuh. Salah satu yang terdampak adalah hormon insulin. Ketika waktu tidur berkurang, sensitivitas insulin bisa menurun, sehingga tubuh kurang efektif mengontrol kadar gula darah. Jika berlangsung terus-menerus, kondisi ini dapat meningkatkan risiko gangguan metabolik.
Di sisi lain, hormon stres seperti kortisol juga cenderung meningkat saat seseorang kurang tidur. Kadar kortisol yang tinggi membuat tubuh berada dalam kondisi "siaga", yang dalam jangka panjang bisa berdampak pada peningkatan tekanan darah hingga penumpukan lemak, terutama di area perut.
Tak kalah penting, kurang tidur juga memengaruhi hormon yang mengatur rasa lapar dan kenyang, yaitu ghrelin dan leptin. Ghrelin yang berperan memicu rasa lapar akan meningkat, sementara leptin yang memberi sinyal kenyang justru bisa menurun.
Hal ini disampaikan oleh praktisi kesehatan dr Juwalita Surapsari, M.Gizi, SpGK dalam sebuah diskusi di Jakarta. "Orang yang kurang tidur bikin hormon ghrelin itu naik. Hormon ghrelin itu hormon yang memicu rasa lapar. Jadi, kalau kita kurang tidur, besokannya biasanya akan lebih lapar dibandingkan dengan kita cukup tidur," ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kembali ke pola tidur yang cukup agar keseimbangan hormon bisa pulih. "Yang paling penting, balik ke pola tidur sebelumnya supaya keseimbangan hormonnya kembali lagi. Jadi, bukan makan lebih sedikit, tapi makan lebih seimbang. Jangan didikitin banget, tapi dibuat lebih seimbang," jelasnya.
Dengan kata lain, menjaga kualitas tidur bukan hanya soal menghindari rasa lelah, tetapi juga kunci untuk menjaga keseimbangan hormon dan metabolisme tubuh tetap optimal.
Simak Video "Video: Takjil Kurma Ditambah Butter, Berapa Kalorinya?"
(fti/up)