Anggapan bahwa lele adalah ikan yang "makan kotoran" masih kerap terdengar di tengah masyarakat. Tak sedikit yang akhirnya ragu untuk mengonsumsinya, bahkan menganggap lele sebagai pilihan yang kurang higienis dibandingkan jenis ikan lainnya.
Padahal, di balik persepsi yang terlanjur melekat itu, praktik budidaya lele telah berkembang jauh lebih modern dan terkontrol.
Di era sekarang, benarkah lele masih dipelihara dengan cara-cara yang tidak layak? Atau anggapan tersebut sudah tidak lagi relevan dengan kondisi budidaya saat ini?
Mitos "Lele Makan Kotoran" Masih Dipercaya
Meski praktik budidaya perikanan terus berkembang, anggapan bahwa lele adalah ikan yang "makan kotoran" masih bertahan di sebagian masyarakat. Persepsi ini biasanya berangkat dari praktik lama atau cerita yang terus berulang tanpa pembaruan informasi. Akibatnya, tidak sedikit orang yang memandang lele sebagai sumber pangan yang kurang higienis.
Padahal, kondisi tersebut sudah jauh berubah. Dalam praktik budidaya modern, pemeliharaan lele kini dilakukan secara lebih terkontrol dengan memperhatikan kualitas air, pakan, hingga lingkungan hidup ikan.
"Anggapan tersebut sudah tidak relevan dengan kondisi budidaya saat ini. Budidaya saat ini lele dipelihara dengan menggunakan air bersih secara intensif dengan berbagai macam metode teknologi," ujar pakar budidaya perikanan dari IPB University, Dr Ir Cecilia Eny Indriastuti, M.Si, kepada detikcom baru-baru ini.
Pernyataan ini sekaligus menegaskan bahwa stigma lama tidak lagi mencerminkan realitas budidaya lele saat ini. Alih-alih mengandalkan cara-cara tradisional yang tidak terstandar, sebagian besar pembudidaya kini telah beralih ke sistem yang lebih modern dan higienis.
Simak Video "Video: Takjil Kurma Ditambah Butter, Berapa Kalorinya?"
(fti/up)