Kulit glowing dan sehat nggak selalu harus dimulai dari skincare mahal. Ada satu kebiasaan paling basic yang sering disepelekan, padahal berpengaruh besar untuk menjaga kesehatan kulit, yakni cukup minum air putih.
Saat tubuh terhidrasi dengan baik, kulit juga bisa bekerja lebih optimal sebagai pelindung alami tubuh. Tapi sebenarnya, seberapa besar pengaruh air putih terhadap kondisi kulit? Benarkah kurang minum bisa membuat kulit tampak kusam dan kering?
Kenapa Air Putih Penting untuk Kesehatan Kulit?
Banyak orang fokus merawat kulit dari luar, mulai dari memakai skincare hingga treatment tertentu. Padahal, menjaga kesehatan kulit juga perlu dimulai dari dalam tubuh, salah satunya dengan memastikan kebutuhan cairan harian tercukupi.
Dokter yang juga praktisi estetika, dr Silvia Kartika dari Seraphim Medical Center, mengatakan apa yang dikonsumsi sehari-hari memang dapat memengaruhi kondisi kulit, termasuk asupan air putih. "Kalau kita kekurangan air putih atau cenderung dehidrasi, otomatis kulit akan terasa lebih kering," jelasnya.
Saat tubuh kekurangan cairan, kulit biasanya ikut kehilangan kelembapannya. Kondisi ini membuat kulit terasa lebih kering, kasar, dan kurang nyaman. Pada beberapa orang, kulit yang terlalu kering bahkan bisa memicu keluhan lain seperti gatal, kemerahan, hingga iritasi.
Beberapa penelitian juga menemukan bahwa penambahan konsumsi air putih sekitar 2 liter per hari dapat membantu meningkatkan hidrasi lapisan kulit dan elastisitas kulit, terutama pada orang yang sebelumnya kurang minum. Meski efeknya tidak instan, hidrasi yang cukup dinilai membantu menjaga kondisi kulit tetap sehat dari dalam.
Karena itu, minum air putih yang cukup menjadi langkah paling dasar untuk membantu menjaga kondisi kulit tetap sehat. Sebab, saat kulit terlalu kering akibat kurang cairan, kulit bisa terasa lebih sensitif dan kurang nyaman, sehingga perawatan dari luar mungkin terasa kurang maksimal.
Simak Video "Video: Dokter Tegaskan Makan Daging Bukan Pemicu GERD!"
(fti/up)