Hari Raya Idul Adha selalu jadi momen spesial untuk menikmati aneka masakan daging. Sebagian langsung mengolahnya, sebagian lagi kalau tidak habis diolah memilih menyimpannya sebagai stok. Supaya tetap aman dikonsumsi, cara menyimpan daging kurban juga perlu diperhatikan.
Daging kurban yang ditangani dengan tepat bukan cuma membantu menjaga kualitas dan kesegarannya, tetapi juga mengurangi risiko pertumbuhan bakteri penyebab keracunan makanan. Jadi, bagaimana cara menyimpan daging kurban yang benar agar tetap aman dan tahan lebih lama?
1. Jangan Biarkan Kelamaan di Suhu Ruang
Setelah menerima daging kurban, banyak yang justru membiarkannya terlalu lama di meja dapur. Ada yang sibuk membagi porsi, ada juga yang menunda menyimpan karena masih ingin belanja bumbu atau menunggu waktu memasak.
Padahal, semakin lama daging berada di suhu ruang, semakin besar peluang bakteri berkembang biak. Idealnya, daging kurban segera ditangani dan tidak didiamkan terlalu lama di suhu ruang lebih dari 2 jam setelah diterima.
2. Pisahkan Daging dan Jeroan
Cara distribusi daging juga ikut memengaruhi kebersihan dan keamanannya. Sebaiknya, daging dan jeroan dipisahkan agar tidak saling mencemari. Bahkan jeroan merah dan jeroan hijau dianjurkan menggunakan wadah berbeda.
Jeroan hijau seperti usus dan babat memiliki risiko kontaminasi lebih tinggi karena berhubungan langsung dengan saluran pencernaan hewan. Ketua Kelompok Substansi Pengawasan Keamanan Produk Hewan Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner Ditjen PKH Kementan, drh Ira Firgorita, alam sebuah webinar yang diselenggarakan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada Kamis, 21 Mei 2026 menyarankan jeroan hijau direbus terlebih dahulu sebelum dibagikan.
Simak Video "Video: Dokter Tegaskan Makan Daging Bukan Pemicu GERD!"
(mal/up)