Viral Influencer Tenggak 11 Suplemen Sekaligus, Adakah Risikonya?

Viral Influencer Tenggak 11 Suplemen Sekaligus, Adakah Risikonya?

detikHealth
Sabtu, 06 Jun 2026 10:09 WIB
Mhd. Aldrian, S.Gz
Ditulis oleh:
Mhd. Aldrian, S.Gz
Lulusan sarjana ilmu gizi Universitas Andalas, memiliki minat dalam hal keamanan dan kesehatan pangan. Saat ini menjadi penulis lepas untuk detikHealth.
Ilustrasi wanita minum suplemen atau vitamin
Ilustrasi suplemen. Foto: Getty Images/agrobacter
Jakarta -

Media sosial diramaikan dengan video seorang influencer yang menenggak 11 suplemen sekaligus dalam satu kali minum. Aksi tersebut langsung memancing perdebatan. Sebagian orang menganggap konsumsi banyak vitamin dan suplemen adalah bentuk investasi kesehatan. Sebagian lainnya justru khawatir kebiasaan itu bisa membebani tubuh dan memicu efek samping yang tidak disadari.

Jadi, apakah semakin banyak suplemen yang dikonsumsi berarti semakin sehat?

Tubuh Akan Membuang Zat Gizi yang Berlebihan

Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada, Prof apt Zullies Ikawati, menjelaskan bahwa keamanan konsumsi banyak suplemen sekaligus tidak bisa disamaratakan tiap individu. Semuanya bergantung pada jenis, kandungan, dosis, dan kebutuhan masing-masing individu. Menurutnya, tidak ada aturan baku yang menyebut seseorang hanya boleh mengonsumsi jumlah suplemen tertentu dalam sehari. Yang lebih penting adalah memahami apakah tubuh memang membutuhkan tambahan nutrisi tersebut atau tidak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tidak bisa juga harus dibatasi sekian suplemen, tergantung jenis suplemennya dan kebutuhan tubuh" kata Prof Zullies saat dihubungi detikcom, Sabtu (30/5/2026).

Tubuh memiliki kebutuhan zat gizi harian yang sangat terukur. Ketika kebutuhan vitamin dan mineral sudah terpenuhi dari makanan sehari-hari, tambahan zat gizi dalam jumlah besar belum tentu memberikan manfaat ekstra. Sebagian memang akan digunakan tubuh, tetapi sisanya harus diproses dan dibuang melalui hati maupun ginjal.

ADVERTISEMENT

Karena itu, istilah suplemen sebenarnya sudah menjelaskan fungsinya. Suplemen merupakan tambahan, bukan sumber utama nutrisi. Nutrisi terbaik tetap berasal dari makanan yang beragam dan seimbang.

Berisiko Kelebihan Asupan Zat Gizi

Seseorang bisa saja mengonsumsi multivitamin, suplemen imun, dan kolagen dalam waktu bersamaan. Tanpa sadar, beberapa produk tersebut mengandung vitamin atau mineral yang sama. Akibatnya, asupan harian bisa melonjak jauh di atas kebutuhan tubuh.

Kelebihan vitamin dan mineral tetap berpotensi menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan. Sebagai contoh, konsumsi vitamin A berlebihan dalam jangka panjang dapat memengaruhi kesehatan hati dan tulang. Kelebihan vitamin D maupun zat besi juga dapat memicu gangguan kesehatan tertentu.

Fenomena ini sering terjadi karena label suplemen terlihat berbeda, padahal kandungan di dalamnya memiliki fungsi yang serupa. Tubuh akhirnya menerima dosis berulang dari zat gizi yang sama.

Ada Suplemen yang Tidak Dianjurkan Dikonsumsi Berbarengan

Selain risiko kelebihan dosis akibat kandungan yang bertumpuk, beberapa suplemen juga dapat saling memengaruhi proses penyerapan di dalam tubuh. Penelitian dalam Journal of Trace Elements in Medicine and Biology tahun 2024 menjelaskan bahwa tidak semua suplemen ideal diminum dalam waktu yang bersamaan. Kombinasi tertentu justru dapat mengurangi efektivitas salah satu zat gizi yang dikonsumsi.

Salah satu contohnya adalah suplemen yang mengandung zat besi dan kalsium. Kedua mineral ini menggunakan jalur penyerapan yang mirip di usus sehingga dapat saling bersaing. Ketika dikonsumsi bersamaan, penyerapan zat besi bisa menurun. Kondisi ini tentu kurang menguntungkan, terutama bagi orang yang sedang menjalani terapi anemia atau memiliki kebutuhan zat besi yang lebih tinggi.

Interaksi juga dapat terjadi pada beberapa mineral lain seperti zinc dan tembaga. Konsumsi zinc dosis tinggi dalam jangka panjang dapat mengganggu penyerapan tembaga sehingga berisiko memengaruhi keseimbangan nutrisi di dalam tubuh. Karena itu, penggunaan suplemen mineral dalam dosis besar umumnya memerlukan pengaturan waktu konsumsi yang tepat.

Vitamin yang larut dalam lemak seperti vitamin A, D, E, dan K juga perlu diperhatikan. Meskipun penting bagi kesehatan, vitamin-vitamin ini cenderung disimpan dalam jaringan tubuh sehingga lebih mudah menumpuk jika dikonsumsi berlebihan dari berbagai sumber asupan sekaligus. Berbeda dengan vitamin larut air yang kelebihannya relatif lebih mudah dikeluarkan melalui urine, akumulasi vitamin larut lemak dapat berlangsung secara perlahan tanpa disadari.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa mengonsumsi banyak suplemen sekaligus tidak selalu membuat manfaatnya menjadi lebih besar. Membaca komposisi produk, memperhatikan dosis harian, serta memahami waktu konsumsi yang tepat sering kali jauh lebih penting dibandingkan sekadar menambah jumlah suplemen yang diminum setiap hari. Dengan cara itu, tubuh dapat memperoleh manfaat optimal tanpa menghadapi risiko interaksi maupun kelebihan asupan nutrisi.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Takjil Kurma Ditambah Butter, Berapa Kalorinya?"
[Gambas:Video 20detik]
(mal/up)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads