Ube matcha latte sedang banyak diminati oleh Gen Z hingga gen milenial sebagai minuman kekinian. Perpaduan ube, matcha, dan susu membuat minuman ini menarik, termasuk bagi yang sedang berusaha menjaga berat badan.
Lantas, apakah ube matcha latte aman dikonsumsi saat sedang diet?
Pada dasarnya, ube matcha latte masih bisa masuk dalam pola makan saat diet, terutama jika dilihat dari jumlah kalorinya. Namun, tetap perlu memperhatikan komposisi bahan dan takaran yang digunakan dalam satu cup.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada ube matcha latte yang disurvei detikcom, satu cup menggunakan 30 gram ube, 50 ml susu sapi segar, 4,2 gram matcha powder yang dicampur air, dan 7 gram gula.
Dari formulasi tersebut, satu cup mengandung sekitar 101 kkal energi, 2,1 gram protein, 1,8 gram lemak, dan 16,8 gram karbohidrat.
Jika menggunakan kebutuhan energi 2.000 kkal per hari sebagai acuan, 101 kkal dari satu cup ube matcha latte setara dengan sekitar 5 persen kebutuhan energi harian.
Jumlah tersebut masih berada di kisaran kalori yang normal untuk satu kali camilan, yaitu sekitar 5-10 persen dari total kebutuhan energi harian. Karena itu, dari sisi kalori, satu cup ube matcha latte masih aman sebagai camilan dalam pola makan saat diet.
Ube matcha latte juga tidak hanya menyumbang kalori. Ube mengandung karbohidrat dan serat, sedangkan susu sapi segar mengandung protein. Kandungan serat dan protein dapat membantu memberikan rasa kenyang sehingga minuman tidak sekadar memberikan energi dari gula.
Meski begitu, bukan berarti ube matcha latte bebas dikonsumsi tanpa memperhatikan porsinya. Kandungan kalori dan gula dapat berbeda pada setiap gerai karena formulasi yang digunakan tidak selalu sama.
Ada gerai yang menggunakan lebih banyak gula, sirup, susu, atau tambahan topping seperti whipped cream, cheese foam, dan boba. Tambahan tersebut dapat membuat kandungan energi dalam satu cup menjadi lebih tinggi.
Karena itu, jika sedang diet, sebaiknya cukup konsumsi satu cup atau satu porsi sebagai camilan. Hindari menjadikan ube matcha latte sebagai pengganti makan utama karena kandungan protein dan zat gizi lainnya belum cukup untuk memenuhi kebutuhan satu kali makan.
Pilihan camilan juga sebaiknya tidak hanya bergantung pada minuman kekinian. Sesekali pilih camilan berbasis real food seperti buah, kacang-kacangan, ubi, atau makanan lain dengan komposisi yang lebih sederhana. Variasi tersebut membantu membuat pola makan harian lebih beragam dan seimbang.
Jadi, ube matcha latte masih aman dikonsumsi saat diet selama porsinya diperhatikan. Satu cup dengan formulasi seperti yang disurvei detikcom masih berada di kisaran 5 persen kebutuhan energi harian. Namun, tetap perhatikan jumlah gula dan topping karena formulasi setiap gerai dapat berbeda.
Diet tidak berarti harus menghindari semua makanan dan minuman yang sedang tren. Yang lebih penting adalah memperhatikan porsi, komposisi, frekuensi konsumsi, serta memastikan kebutuhan zat gizi harian tetap terpenuhi dari makanan yang beragam.
Simak Video "Video: Diabetes di Usia 29 gegara Doyan Makan Dessert Viral"
[Gambas:Video 20detik] (mal/up)










































