Gula Aren Vs Madu Buat Diet, Benar Lebih Sehat dibanding Gula Pasir?

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Kamis, 17 Sep 2026 08:04 WIB
Foto: Getty Images/Almaje
Jakarta - Banyak orang yang sedang menjalani program penurunan berat badan memilih mengganti gula pasir dengan pemanis lain, seperti gula aren atau madu. Anggapannya, kedua bahan tersebut jauh lebih sehat dan bebas kalori sehingga aman dikonsumsi saat diet.

Lantas, apakah anggapan tersebut benar?

Spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, menjelaskan bahwa perbandingan kalori antara gula pasir, gula aren, dan madu sebenarnya tidak jauh berbeda. Secara angka, perbedaannya relatif tipis.

"Kalau untuk segi kalori sebenarnya enggak terlalu jauh banget. Jadi kalau misalnya satu sendok makan gula pasir itu sekitar 50 kkal, kalau gula aren sekitar 45 kkal, kalau madu itu dia lebih padat karena dia kental jadi sekitar 60 kkal," jelas dr Yaze dalam live TikTok detikHealth, Kamis (10/9/2026).

Meski demikian, dr Yaze mengakui bahwa gula aren dan madu memang memiliki nilai gizi tambahan, yang tidak ditemukan pada gula putih biasa.

"Itu dia (madu dan gula aren) ada mineralnya, terus kemudian ada antioksidannya juga. Jadi memang kalau dibilang lebih baik, ya lebih baik," kata dia.

"Cuma kalau misalnya dari segi kalori itu hampir sama, enggak terlalu jauh banget. Jadi kalau bisa tetap harus dikurangi yang gula-gulaan," sambungnya.

Cara Mengurangi Gula Tanpa 'Nyiksa'

Menghentikan asupan gula secara total atau mendadak sering kali menjadi tantangan berat bagi banyak orang. dr Yaze menegaskan bahwa memotong asupan gula hingga nol persen dalam satu hari, justru bisa memicu efek samping yang tidak nyaman bagi tubuh.

"Kalau misalnya tiba-tiba nol banget gulanya, pasti jadi kayak nyari-nyari gula terus, kepikiran gula mulu. Jadi lemas, susah mikir, ngantuk-ngantuk terus," bebernya.

Untuk menyiasatinya, dr Yaze menyarankan metode pengurangan bertahap agar tubuh memiliki waktu untuk beradaptasi tanpa menimbulkan sensasi craving atau lemas berlebihan.

"Kurangi kadar gulanya pelan-pelan. Kayak tadi misalnya low sugar, yang tadinya normal jadi misalnya 70 persen dulu," tutur dr Yaze.

"Terus minggu depan jadi 50 persen, minggu depannya lagi jadi 30 persen. Jadi bukan tiba-tiba langsung nol, kalau langsung nol udah kayak orang kebingungan nanti," pungkasnya.



Simak Video "Mitos atau Fakta: Madu untuk Bayi, Aman atau Berbahaya?"


(sao/kna)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork