Bagi orang dengan masalah lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD), memilih menu dan porsi makan malam sering kali menjadi tantangan tersendiri.
Salah memilih makanan atau terlalu kenyang menjelang tidur, dapat memicu peningkatan asam lambung hingga menyebabkan rasa panas di dada (heartburn). Lantas, bagaimana aturan makan malam yang aman bagi pemilik riwayat asam lambung?
Spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, menjelaskan bahwa pengidap asam lambung sebenarnya masih diperbolehkan mengonsumsi karbohidrat seperti nasi saat makan malam. Tetapi, ada beberapa penyesuaian porsi dan jenis makanan yang harus diperhatikan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau makan malam, jadi sebenarnya mau makan nasi masih oke. Tapi memang yang pedas, yang asam, mulai dikurangin, dihindarin, apalagi malam. Karena kan kita mau istirahat, mau tidur," ujar dr Yaze dalam siaran live detikHealth, Kamis (10/9/2026).
Alasan Porsi Karbohidrat Malam Hari Harus Dikurangi
dr Yaze mengungkapkan, saat tubuh tertidur, jumlah kalori minimum yang dibutuhkan untuk menjalankan fungsi dasar tubuh atau basal metabolic rate (BMR) mengalami penurunan secara alami.
"Biasanya BMR kita itu kalau lagi tidur berkurang sekitar 15 sampai 20 persen," tuturnya.
Lantaran metabolisme tubuh melambat saat tidur, porsi karbohidrat pada makan malam sebaiknya disesuaikan. Tidak disamakan dengan porsi makan pagi atau siang.
"Jadi kalau mau tidur, makanan kayak karbohidratnya kalau bisa jangan terlalu banyak. Dikurangin lebih sedikit daripada makan siang sama makan pagi," lanjut dr Yaze.
Beri Jeda Sebelum Tidur Agar Tak Kena GERD
Selain membatasi makanan pedas, asam, dan porsi karbohidrat, dr Yaze juga mengingatkan pentingnya memberi jeda waktu antara jam makan malam dan waktu tidur. Kebiasaan langsung berbaring setelah makan menjadi salah satu pemicu utama naiknya asam lambung ke kerongkongan.
Ia menyarankan agar aktivitas mengunyah makanan sudah benar-benar dihentikan sebelum tidur.
"Habis itu 2 jam sebelum tidur, sudah berhenti mengunyah, supaya nggak terjadi GERD," pungkas dr Yaze.










































