Bagi kebanyakan Gen Z dan milenial, memesan minuman manis viral seperti boba, milk tea, atau kopi susu dengan opsi less sugar sering dijadikan "kompromi" agar tidak merasa bersalah mengonsumsi asupan gula berlebih.
Rasa-rasanya, memotong porsi gula cair sudah cukup untuk membuat minuman favorit jadi lebih aman dan rendah kalori.
Namun, tanyakan lagi kepada diri sendiri. Yakin minuman less sugar itu benar-benar rendah gula dan aman dari tumpukan kalori?
Dokter Spesialis Gizi Klinik, Dr dr Diana Sunardi, M.Gizi, SpGK(K) mengungkap, adanya jebakan persepsi di balik pesanan minuman less sugar, terutama jika minuman tersebut masih sarat dengan berbagai jenis topping.
Gula Tersembunyi di Balik Boba hingga Susu Evaporasi
Banyak dari kita yang fokus menakar sendok gula cair dari barista, tapi abai terhadap kandungan bahan pendamping di dalam gelas.
Padahal, topping populer seperti boba, grass jelly, hingga penggunaan susu evaporasi menyimpan kandungan karbohidrat dan gula tersembunyi yang jumlahnya tak sedikit.
dr Diana menegaskan, opsi less sugar tidak serta-merta membuat minuman otomatis menjadi pilihan yang sepenuhnya aman.
"Jadi, kita bicara, kalau produk kita beli, kita less sugar, maka kemudian menjadi lebih aman. Tadi yang saya bilang, kurangi setengahnya, yang sekalian saja, kalau kita mau, tidak ada sugar, ya tidak ada sugar," ucapnya ketika ditemui dalam media gathering World Food Day 2026 yang diadakan oleh Danone Indonesia bersama Universitas Pelita Harapan (UPH), Kamis (15/10/2026).
(aur/up)