Potong Porsi Vs Kalori, Diet Mana yang Lebih Aman Buat GERD?

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Minggu, 25 Okt 2026 15:14 WIB
Menurunkan berat badan. Foto: Getty Images/vadimguzhva
Jakarta -

Mengatur pola makan demi menurunkan berat badan, sering kali memicu dilema bagi pengidap asam lambung atau Gastroesophageal Reflux Disease (GERD).

Tak sedikit pejuang diet yang bingung menentukan strategi terbaik. Apakah harus memangkas porsi makan atau fokus memotong kalori harian?

Menjawab itu, spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, mengatakan bahwa menyusun diet bagi pengidap GERD tergolong 'tricky'. Kunci utama agar asam lambung tidak kumat saat menurunkan berat badan adalah mengatur frekuensi makan, dan jeli memilih jenis bahan pangan.

"Memang agak-agak tricky ya antara porsi dan kalori. Kalau punya GERD itu sebenarnya lebih ke kita frekuensinya juga dibenerin," kata dr Yaze dalam siaran langsung TikTok detikHealth, Kamis (22/10/2026).

"Jadi misalnya kayak makan sedikit-sedikit tapi sering, jadi sehari bisa enam kali makan, tapi sedikit-sedikit porsinya. Supaya ditotalin nanti kebutuhan kalorinya itu sudah sesuai dengan kebutuhanmu," lanjutnya.

dr Yaze mengingatkan bahwa sekadar memotong porsi makan tidak otomatis membuat asupan kalori berkurang. Pasalnya, makanan dalam porsi kecil belum tentu memiliki jumlah kalori yang sedikit.

"Terus kalau soal porsi dan kalori, kalau misalnya porsinya kecil itu belum tentu kalorinya kecil. Misalnya kayak anggur, tiga butir anggur itu kelihatannya kayaknya kecil, nggak bikin kenyang, tapi ternyata kalorinya lumayan besar," terangnya.



Simak Video "Video: Diet Khusus Atlet Bisa Ditiru Warga Biasa?"


(sao/up)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork