Foto: Perjuangan Hidup Manusia Silver

ADVERTISEMENT

Foto: Perjuangan Hidup Manusia Silver

Rosmha Widiyani - detikHealth
Senin, 15 Apr 2019 18:53 WIB

Jakarta - Tak mudah menjadi manusia silver. Selain harus berpanas-panasan sepanjang hari, tubuhnya dilumuri cat yang belum tentu ramah bagi kulitnya.

Dayat (18) dan Ikhsan (18) sempat ditemui detikcom saat beraksi di kolong tol Becak Kayu, jalan KH Noer Ali, Kota Bekasi. (Foto: Rosmha/detikHealth)

Ikhsan pasang gaya di pinggir jalan yang padat banget. Jadi manusia silver, Ikhsan kena semburan asap knalpot kendaraan bermotor tiap hari. (Foto: Rosmha/detikHealth)

Dayat milih beraksi di tengah jalan antara baris kendaraan. Kinclong banget kan, kebayang nggak teriknya matahari waktu Dayat jadi manusia silver? (Foto: Rosmha/detikHealth)

Beraksi di badan jalan, Dayat harus menghadapi risiko kecelakaan karena kendaraan bermotor. Bisa ketabrak, keserempet, atau kecelakaan lalu lintas lainnya. (Foto: Rosmha/detikHealth)

Nah, ini Ikhsan nunjukin botol yang berisi campuran cat sablon dan minyak tanah atau minyak goreng. Campuran ini biasa digunakan lagi jika cat mulai terlihat luntur akibat terik matahari. (Foto: Rosmha/detikHealth)

Kata Ikhsan, campuran ini emang nggak bikin kulit gatal atau perih. Tapi kalau sampai masuk mata, campuran bikin mata perih dan berair. Ikhsan ngucek mata yang terasa perih, semoga nggak bahaya ya. (Foto: Rosmha/detikHealth)

Dengan segala risikonya jadi manusia silver ternyata bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari. Ikhsan dan Dayat hingga sekarang belum merasakan dampak buruk jadi manusia silver. Semoga sehat selalu ya. (Foto: Rosmha/detikHealth)

Foto: Perjuangan Hidup Manusia Silver
Foto: Perjuangan Hidup Manusia Silver
Foto: Perjuangan Hidup Manusia Silver
Foto: Perjuangan Hidup Manusia Silver
Foto: Perjuangan Hidup Manusia Silver
Foto: Perjuangan Hidup Manusia Silver
Foto: Perjuangan Hidup Manusia Silver

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT