Foto-foto Ini Tunjukkan Penyakit Kolera Kembali Merebak di Haiti

ADVERTISEMENT

Foto Health

Foto-foto Ini Tunjukkan Penyakit Kolera Kembali Merebak di Haiti

AP Photo/Ramon Espinosa - detikHealth
Senin, 31 Okt 2022 11:28 WIB

Haiti - Penyakit kolera kembali merebak di Haiti. Kasus meningkat begitu cepat, menimbulkan kekhawatiran tentang epidemi yang menewaskan ribuan orang pada dekade lalu.

Medical personnel attend patients with cholera symptoms at a clinic run by Doctors Without Borders in Port-au-Prince, Haiti, Thursday, Oct. 27, 2022. For the first time in three years, people in Haiti have been dying of cholera, raising concerns about a potentially fast-spreading scenario and reviving memories of an epidemic that killed nearly 10,000 people a decade ago. (AP Photo/Ramon Espinosa)

Orang-orang di dalam mobil yang menderita gejala kolera tiba di pintu klinik yang dikelola oleh Doctors Without Borders untuk perawatan di Port-au-Prince, Haiti, Kamis, (27/10/2022). Untuk pertama kalinya dalam tiga tahun, orang-orang di Haiti telah sekarat karena kolera, meningkatkan kekhawatiran tentang skenario yang berpotensi menyebar cepat dan menghidupkan kembali ingatan tentang epidemi yang menewaskan hampir 10.000 orang satu dekade lalu.

Medical personnel attend patients with cholera symptoms at a clinic run by Doctors Without Borders in Port-au-Prince, Haiti, Thursday, Oct. 27, 2022. For the first time in three years, people in Haiti have been dying of cholera, raising concerns about a potentially fast-spreading scenario and reviving memories of an epidemic that killed nearly 10,000 people a decade ago. (AP Photo/Ramon Espinosa)

Seorang pemuda yang menderita gejala kolera ditolong setibanya di sebuah klinik. Kolera adalah bakteri yang membuat sakit orang yang menelan makanan atau air yang terkontaminasi, dan dapat menyebabkan muntah dan diare parah, dalam beberapa kasus menyebabkan kematian.

Medical personnel attend patients with cholera symptoms at a clinic run by Doctors Without Borders in Port-au-Prince, Haiti, Thursday, Oct. 27, 2022. For the first time in three years, people in Haiti have been dying of cholera, raising concerns about a potentially fast-spreading scenario and reviving memories of an epidemic that killed nearly 10,000 people a decade ago. (AP Photo/Ramon Espinosa)

Pejabat kesehatan mengatakan, di seluruh Haiti banyak pasien sekarat karena mereka tidak dapat mencapai rumah sakit tepat waktu. Lonjakan kekerasan geng telah membuat tidak aman bagi orang untuk meninggalkan komunitas mereka dan kekurangan bahan bakar telah menutup transportasi umum, pompa bensin dan bisnis utama lainnya termasuk perusahaan pasokan air.

Medical personnel attend patients with cholera symptoms at a clinic run by Doctors Without Borders in Port-au-Prince, Haiti, Thursday, Oct. 27, 2022. For the first time in three years, people in Haiti have been dying of cholera, raising concerns about a potentially fast-spreading scenario and reviving memories of an epidemic that killed nearly 10,000 people a decade ago. (AP Photo/Ramon Espinosa)

Sejauh bulan ini, Doctors Without Borders telah merawat sekitar 1.800 pasien di empat pusat mereka di Port-au-Prince. Di pusat perawatan Doctors Without Borders di ibu kota Port-au-Prince, sekitar 100 pasien datang setiap hari dan sedikitnya 20 orang meninggal.

Medical personnel attend patients with cholera symptoms at a clinic run by Doctors Without Borders in Port-au-Prince, Haiti, Thursday, Oct. 27, 2022. For the first time in three years, people in Haiti have been dying of cholera, raising concerns about a potentially fast-spreading scenario and reviving memories of an epidemic that killed nearly 10,000 people a decade ago. (AP Photo/Ramon Espinosa)

Menurut UNICEF, anak-anak di bawah usia 14 tahun merupakan setengah dari kasus kolera di Haiti, meningkatnya kasus malnutrisi parah juga membuat anak-anak lebih rentan terhadap penyakit.

Medical personnel attend patients with cholera symptoms at a clinic run by Doctors Without Borders in Port-au-Prince, Haiti, Thursday, Oct. 27, 2022. For the first time in three years, people in Haiti have been dying of cholera, raising concerns about a potentially fast-spreading scenario and reviving memories of an epidemic that killed nearly 10,000 people a decade ago. (AP Photo/Ramon Espinosa)

Perseteruan besar pertama Haiti dengan kolera terjadi lebih dari satu dekade lalu ketika pasukan penjaga perdamaian PBB memasukkan bakteri itu ke sungai terbesar di negara itu melalui limpasan limbah di pangkalan mereka. Hampir 10.000 orang meninggal dan ribuan lainnya sakit.

Medical personnel attend patients with cholera symptoms at a clinic run by Doctors Without Borders in Port-au-Prince, Haiti, Thursday, Oct. 27, 2022. For the first time in three years, people in Haiti have been dying of cholera, raising concerns about a potentially fast-spreading scenario and reviving memories of an epidemic that killed nearly 10,000 people a decade ago. (AP Photo/Ramon Espinosa)

Seorang dokter berjalan di samping tubuh Stanley Joliva dan orang tak dikenal lainnya, yang meninggal saat menunjukkan gejala kolera di sebuah klinik yang dijalankan oleh Doctors Without Borders.

Foto-foto Ini Tunjukkan Penyakit Kolera Kembali Merebak di Haiti
Foto-foto Ini Tunjukkan Penyakit Kolera Kembali Merebak di Haiti
Foto-foto Ini Tunjukkan Penyakit Kolera Kembali Merebak di Haiti
Foto-foto Ini Tunjukkan Penyakit Kolera Kembali Merebak di Haiti
Foto-foto Ini Tunjukkan Penyakit Kolera Kembali Merebak di Haiti
Foto-foto Ini Tunjukkan Penyakit Kolera Kembali Merebak di Haiti
Foto-foto Ini Tunjukkan Penyakit Kolera Kembali Merebak di Haiti

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT