Kamis, 19 Nov 2015 19:01 WIB

Saling Berkesinambungan, 2 Faktor Ini Penting bagi Tumbuh Kembang Anak

Sharon Natalia - detikHealth
Foto: thinkstock
Jakarta - Mempunyai anak yang berprestasi akademik hebat tentunya membanggakan orang tua. Tapi jangan lupa, untuk membentuk anak generasi unggul, perlu dipahami oleh orang tua adanya kesinambungan antara faktor biologis (nature) dan juga faktor pengasuhan orang tua.

Dr dr Ahmad Suryawan, SpA(K), ketua divisi tumbuh kembang anak dan remaja, Departemen Ilmu Kesehatan Anak, RSUD Dr. Soetomo menuturkan kedua faktor itu memiliki peran yang sangat penting dan berkesinambungan. Dikatakn pria yang akrab disapa dr Wawan ini, dua faktor di atas menentukan keseimbangan antara faktor risiko (sumber kerentanan) dan faktor protektif (sumber ketahanan).

Misalnya, seorang anak yang pertumbuhan fisiknya normal akan memiliki gangguan jika mengalami berbagai permasalahan dan sebaliknya. Hal tersebut menandakan bahwa setiap anak memiliki risiko yang membuat kualitas jangka panjang tumbuh kembang buah hati sulit diramalkan hasil akhirnya.

"Kualitas tumbuh kembang jangka panjang seorang anak juga ditentukan oleh keseimbangan faktor risiko dan faktor protektif sejak usia janin di dalam kandungan hingga usia 18 tahun," kata dr Wawan dalam peluncuran Multiple Intelligence Play Plan Morinaga di Lotte Shopping Avenue, Jakarta, Kamis (19/11/2015).

Baca juga: Studi: Memarahi Anak Ketika Mengompol Bisa Memperparah Kebiasaan

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2007-2010-2013, di Indonesia 37 persen anak lahir dari ibu yang semasa hamil mengalami anemia dan 10 persen anak lahir dengan berat badan rendah (BBLR). Selain itu, hanya 30 persen anak mendapatkan ASI eksklusif 6 bulan. Hal tersebut dikatakan dr Wawan menjadi pemicu terjadinya anak kurang gizi, bertubuh pendek, tetapi di sisi lain anak yang mengalami kelebihan gizi juga bertambah.

"Melihat faktor risiko tersebut, faktor biologis dan faktor asuh orang tua dinilai penting sebagai perisai untuk melindungi masa depan anak Indonesia. Perisai pelindung yang dimaksud ini tersusun dari tiga sisi yang terbingkai menjadi satu kesatuan yang paling menguatkan," kata dr Wawan.

Tiga sisi tersebut meliputi sisi pertama, yang terdiri dari struktur dan sirkuit otak yang terbentuk dengan sehat dan kuat. Sisi kedua yang terbentuk dari sistem kekebalan tubuh yang mampu melindungi anak. Kemudian, sisi ketiga yang terbentuk dari bangunan fisik tubuh yang mampu tumbuh sesuai dengan tahapan usia.

"Dengar perisai tiga sisi tersebut, diharapkan anak Indonesia akan terlindungi dari faktor risiko dan akan mampu mempertahankan faktor protektifnya sehingga mereka dapat tumbuh dan berkembang secara optimal," ungkap dr Wawan.

Baca juga: Patut Dicoba, Berbagai Trik untuk Menyapih Anak dari Kebiasaan Ngempeng (rdn/vit)