Senin, 18 Jan 2016 16:00 WIB

Mengasah Kemandirian dengan Mengajak Anak Lakukan Kegiatan Domestik

Nurvita Indarini - detikHealth
Foto: admin
Jakarta - Mengasah kemandirian anak bisa dilakukan dengan melibatkan mereka dalam kegiatan domestik di rumah. Tapi lakukan sesuai usianya ya.

"Membantu orang tua bisa meningkatkan kemandirian anak. Apa yang bisa dilakukan anak? Lakukanlah hal-hal yang memang bisa mereka lakukan, sesuai kemampuan dan usianya," ujar psikolog anak dan remaja dari RaQQI Human Development and Learning Centre, Ratih Zulhaqqi, dalam perbincangan beberapa waktu lalu.

Ratih mencontohkan anak usia 5-6 tahun bisa diminta untuk menaruh sendiri piring yang telah mereka gunakan untuk makan di tempat cuci piring. Selain itu bisa juga diminta untuk merapikan tempat tidur saat bangun tidur.

"Sesuai usianya. Nggak mungkin kan anak dua tahun diminta untuk mencuci piring. Dari hal-hal kecil saja yang mereka bisa lakukan. Jangan lupa juga untuk memberikan apresiasi pada anak," sambung Ratih.

Baca juga: Paham Instruksi Sederhana, Balita 1,5 Tahun Bisa Bantu Pekerjaan Rumah

Di usia tiga tahun, anak bisa diajari memakai baju sendiri. Dengan lebih banyak jam terbang dalam memakai baju sendiri, mereka akan lebih terbiasa dan mandiri saat harus memakai kaos atau memasukkan kancing baju.

"Nanti kalau usianya sudah bertambah, bisa diminta untuk mencuci piring sendiri. Cukup piring mereka pakai sendiri saja," lanjut Ratih.

Pekerjaan rumah lainnya yang bisa dilakukan anak saat sudah bisa mencuci piringnya sendiri adalah menyapu. Bahwa untuk kegiatan ini di rumah, siapa saja bisa melakukan, tidak perlu harus selalu bergantung pada asisten rumah tangga.

"Meskipun nantinya anak kita sudah besar, sekolahnya tinggi, kalau mau nyapu ya nggak apa-apa nyapu. Kan sering didengar tuh 'sudah sekolah tinggi-tinggi kok kerjaannya nyapu rumah'. Nggak apa-apa nyapu rumah," tambah Ratih.

Baca juga: Kemampuan Motorik Kasar Anak Terganggu Bila Keadaannya Seperti Ini

Dengan kemandirian yang terasah sejak kecil, anak akan terbiasa tidak mengandalkan orang lain untuk melakukan hal-hal terkait dirinya. Justru anak akan tertantang menyelesaikan masalah yang dihadapi, meskipun itu hanya soal mengikat tali sepatu ataupun mengancingkan baju. (vit/up)