Bisa Membuat Trauma, Masalah Sembelit pada Anak Jarang Diperhatikan

Bisa Membuat Trauma, Masalah Sembelit pada Anak Jarang Diperhatikan

Firdaus Anwar - detikHealth
Senin, 28 Mar 2016 19:01 WIB
Bisa Membuat Trauma, Masalah Sembelit pada Anak Jarang Diperhatikan
Foto: Thinkstock
Jakarta - Menurut data yayasan untuk anak, ERIC, di Inggris setidaknya sekitar lima hingga 30 persen anak-anak mengalami masalah sembelit. Saat dewasa sebetulnya masalah ini akan hilang dengan sendirinya, namun tetap apabila tak ditangani dengan baik anak bisa trauma karenanya.

Menurut Rhia Weston masalah sembelit muncul pada anak bisa karena rutinitasnya yang baru. Di sekolah karena saking aktifnya anak bisa alami dehidrasi sehingga feses yang sampai di usus mengeras membuat saluran pencernaan terhambat.

"Umumnya ini karena si anak kurang minum dan dia tak mau buang air besar (BAB) di toilet sekolah jadi ditahan saja. Atau bisa juga karena adanya demam atau pengaruh obat. Anak-anak bisa alami proses BAB menyakitkan dan akhirnya menjadi siklus keji yang membuatnya tak mau BAB," kata Rhia seperti dikutip dari BBC pada Senin (28/3/2016).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Dianggap Malu-maluin, Sembelit Jarang Diperiksakan ke Dokter

Untuk mengatasinya orang tua disarankan menjaga diet anak agar tinggi serat dan selalu mengingatkannya untuk minum air putih. Pastikan anak juga dilatih untuk punya jadwal rutin ke toilet.

Ahli pencernaan dr Anton Emmanuel dari University College London mengatakan bila cara-cara tersebut tak berhasil juga mengatasi masalah sembelit anak, maka ada terapi bernama biofeedback yang bisa dicoba. Inti dari terapi ini adalah melatih kembali otot pelvis agar bisa rileks tak menutup jalan keluar feses.

"Terapi untuk BAB bisa gagal karena otot lantai pelvis tertutup rapat. Karena orang-orang tak ingin 'bocor', mereka menahan kuat, akibatnya otot lantai pelvis tidak bisa rileks," tutup dr Emmanuel.

Baca juga: Bisa Bahaya, Jangan Sering-sering Tahan BAB

(fds/up)

Berita Terkait