Kamis, 28 Apr 2016 18:49 WIB

Di Indonesia, Diare Jadi Penyebab Utama ke-2 Kematian Balita

Martha Heriniazwi Dianthi - detikHealth
Foto: Thinkstock
Jakarta - Tidak hanya orang dewasa, masalah pencernaan juga dapat dialami oleh anak di bawah usia 5 tahun alias balita. Salah satu yang paling sering muncul yaitu diare yang jika dibiarkan, bisa berakibat fatal.

Diare merupakan kondisi di mana anak mengalami buang air besar (BAB) cair lebih dari tiga kali sehari. Keadaan ini dapat disebabkan oleh infeksi seperti virus, bakteri, parasit, dan jamur, atau non-infeksi seperti alergi dan intoleransi makanan. Demikian diungkapkan dr Badriul Hegar, Ph.D, SpA (K) dari RS Cipto Mangunkusumo.

"Saat ini, sekitar 30 persen anak-anak memiliki saluran cerna yang rentan dan sensistif, mudah diare, mengalami konstipasi, atau menghasilkan gas berlebihan. Di Indonesia, diare merupakan penyebab kematian nomor dua pada anak usia di bawah 5 tahun, persentasenya 15 sampai 17 persen," kata dr Hegar dalam acara 'EARLY LIFE NUTRITION: Dasar-Dasar dan Pedoman Praktis Mengatasi Pencernaan Sensitif pada Anak' di Hotel JW Marriot, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis(28/4/2016).

dr Hegar mengatakan, biasanya penyebab utama diare pada anak di bawah usia 3 tahun adalah Rotavirus. Infeksi rotavirus membuat enzim laktase tidak dapat mengubah laktosa menjadi glukosa dan galaktosa.

Diungkapkan dr Hegar, rotavirus merupakan jenis virus yang menginfeksi usus. Virus ini juga menjadi penyebab umum dari penyakit diare pada bayi dan anak-anak di seluruh dunia. Hampir sebagian besar anak berusia hingga 5 tahun sudah pernah mengalami virus ini.

Baca juga: Tak cuma Kurang Serat, Ini Penyebab Lain Sulit BAB

Terdapat beberapa ciri-ciri anak yang mengalami diare akibat rotavirus. Mulai dari buang air besar yang banyak, pantat merah, menghasilkan bau yang asam, hingga terlalu sering ketut.

"Pertama yang harus dilakukan saat anak mengalami ciri-ciri ini adalah menjaga cairan agar tidak dehidrasi, kemudian teruskan ASI dan makanan. Tidak lupa juga untuk memberikan tablet Zinc," kata dr Hegar.

Penggunaan tablet zinc sendiri disarankan untuk dilakukan selama 10 hari sehingga dapat mencegah 40 persen terulangnya kasus diare dalam 3 bulan setelahnya. Untuk penggunaan antibiotik, disarankan hanya menggunakan antibiotik selektif yang telah dianjurkan oleh dokter. Tidak lupa juga bagi orang tua untuk mendapat edukasi mengenai diare dari tenaga medis yang kompeten.

Baca juga: Susah Buang Air Besar Saat Sedang Bepergian? Ini Penjelasan Dokter


(rdn/rdn)