Senin, 29 Mei 2017 16:12 WIB

Ortu Cerai Tidak Baik-baik, Anak Lebih Rentan Alami Gangguan Kesehatan

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Perceraian orang tua yang tidak baik-baik bisa berdampak buruk pada anak. Termasuk dari segi status kesehatan anak, mereka yang orang tuanya bercerai dengan tidak baik-baik lebih rentan mengalami berbagai gangguan.

Studi dari University of Santiago de Compostela, Spanyol menyebutkan ketika orang tua tidak meng-handle perceraiannya dengan baik, secara tidak disadari anak akan terpapar racun stres. Nah, kondisi inilah yang membuat anak lebih rentan mengalami gangguan kesehatan, dibanding mereka yang orang tuanya tidak bercerai.

"Bukan perpisahan itu sendiri yang berpengaruh negatif pada anak, tapi penanganan situasi dalam perceraian yang tidak tepat oleh orang tualah yang menyebabkannya. Penanganan perceraian yang buruk rentan memicu konflik dan hubungan yang tidak baik. Ketika ini terjadi dalam waktu lama, anak akan terpapar 'racun stres'," kata salah satu penulis studi, Maria Dolores Seijo Martinez.

Baca juga: Ortu Bertengkar di Depan Anak, Begini Dampaknya pada Psikologi Anak

Studi ini menemukan, anak yang orang tuanya bercerai secara tidak baik-baik, diketahui dua kali mengalami gangguan pencernaan, kulit, sistem saraf, organ kemih serta alat kelaminnya. Untuk studi ini, peneliti mengamati 467 anak usia 2-18 tahun yang orang tuanya bercerai dan tidak bercerai.

"Tapi, perceraian tidak menambah risiko gangguan pernapasan, jantung, pendengaran, penglihatan, dan masalah otot, begitu juga untuk risiko alergi," tambah Martinez, dikutip dari Essential Kids.

Berdasarkan studi yang dipublikasi di European Journal of Education and Psychology, penelii menekankan pentingnya bagi orang tua yang bercerai untuk mengelola perceraiannya dengan baik. Dengan demikian, perceraian orang tua tak terlampau membuat anak terpapar stres yang bisa memicu banyak kerusakan.

"Support untuk keluarga dan si anak yang orang tuanya bercerai amat penting. Profesional yang kontak langsung dengan anak seperti pekerja sosial, staf sekolah atau bahkan anggota keluarga berperan penting mengurangi tingkat stres yang dialami anak,' kata Martinez.

Baca juga: Kadang, Menjelaskan Sebab Ortu Bercerai pada Anak Juga Perlu Dilakukan (rdn/up)