Kamis, 08 Okt 2015 08:04 WIB

Kena Diabetes Gestational, Ibu Disarankan Lakukan Pemeriksaan Lebih Lanjut

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Foto: Thinkstock/pojoslaw Foto: Thinkstock/pojoslaw
Jakarta - Ibu hamil bisa saja mengalami diabetes gestational. Ada berbagai faktor penyebab diabetes gestational, salah satunya adalah keturunan. Memang, umumnya kadar gula ibu akan normal kembali setelah melahirkan.

Namun, amat disarankan bagi ibu hamil yang mengalami diabetes gestational saat hamil untuk melakukan medical check up. Minimal, tiga bulan setelah melahirkan. Demikian disampaikan pakar fetomaternal dari RS Cipto Mangunkusumo, dr Med Damar Prasmusinto SpOG(K).

"Check up diperlukan untuk mengetahui apakah diabetesnya menetap atau nggak. Karena seringnya, saat hamil kena diabetes gestational, 20 tahun kemudian benar-benar kena diabetes," kata dr Damar ditemui di Klinik Fetomaternal RSCM, Jl Kimia, Jakarta Pusat dan ditulis Kamis (8/10/2015).

Risiko terkena diabetes setelah melahirkan dikatakan dr Damar makin tinggi ketika tidak ada pengaturan pola hidup, terutama pola makan dan stres. Untuk itu, deteksi dini melalui medical check up amat diperlukan supaya bisa dilakukan upaya preventif sehingga gula darah bisa dikelola.

Selain faktor gen alias keturunan, munculnya diabetes di masa kehamilan juga dipengaruhi riwayat melahirkan bayi dengan berat badan berlebih kemudian meninggal, sulit punya anak, atau bayi meninggal di dalam kandungan. Untuk mendeteksi dini diabetes gestational, ibu hamil perlu menjalani skrining toleransi gula darah yang umumnya dilakukan di usia kehamilan 24 hingga 28 minggu.

Baca juga: Kontrol Diabetes Saat Hamil Bisa Pengaruhi Kecerdasan Anak

dr Damar menuturkan, jika kadar gula darah di atas normal tapi di bawah 200 mg/dl, biasanya ibu diminta mengatur pola makan dan berolahraga. Baru ketika kadar gula darah di atas 200 mg/dl, ibu diberi suntikan insulin.

Pada ibu yang saat hamil sudah mengidap diabetes, si bayi berisiko lahir dengan berat badan berlebih atau menjadi giant baby. Hal ini terjadi karena ketika kadar gula darah ibu tinggi maka bayi mendapat asupan energi berupa karbohidrat yang cukup banyak, sehingga bobotnya bertambah.

"Pada giant baby karena ibunya mengidap diabetes, setelah lahir biasanya akan diobservasi dulu di NICU (Neonatal Intensive Care Unit). Karena dia terbiasa mendapat asupan gula di rahim, saat lahir kadar gula darahnya bisa drop. Untuk itu, terkadang diberi insulin dulu sampai si bayi bisa memproduksi insulin yang disesuaikan dengan kondisi tubuhnya," terang dr Damar.

Baca juga: Gula Darah Ibu Saat Hamil Tak Terkontrol, si Kecil Bisa Jadi Giant Baby (rdn/up)
News Feed