Adapun dampak kesehatan paling terlihat dari melonjaknya kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di sejumlah wilayah. Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes Agus Jamaludin mengatakan lonjakan kasus ISPA cukup signifikan.
3 juta warga terdampak karhutla, ispa melonjak Foto: Suci Risanti Rahmadania/detikHealth |
Di Kalimantan Tengah misalnya, kasus ISPA meningkat dari 402 kasus menjadi 716 kasus hanya dalam waktu satu pekan. Artinya, terjadi kenaikan sebesar 78,1 persen.
Sementara di Kalimantan Barat, tercatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA sejak Januari 2026. Lonjakan kasus paling tinggi dilaporkan terjadi di Pontianak, Kubu Raya, dan Mempawah.
Tren serupa juga dilaporkan terjadi di Riau dan Kalimantan Selatan. Selain ISPA, warga di wilayah terdampak juga mengalami keluhan asma hingga iritasi akibat paparan asap.
Meski dampak kesehatan terus meningkat, hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa akibat bencana asap tersebut.
"Sebagai upaya mitigasi kesehatan akibat karhutla, kami telah memobilisasi sejumlah 314 tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter, perawat, bidan, dan epidemiolog dengan konsentrasi utama di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan," kata Agus dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (21/8/2026).
(suc/up)











































