Infografis: Lebih dari 3 Juta Warga Terpapar Asap Karhutla, Kasus ISPA Melonjak

Infografis

Infografis: Lebih dari 3 Juta Warga Terpapar Asap Karhutla, Kasus ISPA Melonjak

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Selasa, 25 Agu 2026 07:03 WIB
3 juta warga terdampak karhutla, ispa melonjak
Foto: Suci Risanti Rahmadania/detikHealth
Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat lebih dari 3 juta warga di 37 kabupaten/kota terpapar langsung asap karhutla yang terjadi di tujuh provinsi. Berdasarkan data Kemenkes per 21 Agustus 2026, tujuh provinsi yang terdampak karhutla, yakni Jambi, Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur.

Adapun dampak kesehatan paling terlihat dari melonjaknya kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di sejumlah wilayah. Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes Agus Jamaludin mengatakan lonjakan kasus ISPA cukup signifikan.

3 juta warga terdampak karhutla, ispa melonjak3 juta warga terdampak karhutla, ispa melonjak Foto: Suci Risanti Rahmadania/detikHealth

Di Kalimantan Tengah misalnya, kasus ISPA meningkat dari 402 kasus menjadi 716 kasus hanya dalam waktu satu pekan. Artinya, terjadi kenaikan sebesar 78,1 persen.

Sementara di Kalimantan Barat, tercatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA sejak Januari 2026. Lonjakan kasus paling tinggi dilaporkan terjadi di Pontianak, Kubu Raya, dan Mempawah.

Tren serupa juga dilaporkan terjadi di Riau dan Kalimantan Selatan. Selain ISPA, warga di wilayah terdampak juga mengalami keluhan asma hingga iritasi akibat paparan asap.

Meski dampak kesehatan terus meningkat, hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa akibat bencana asap tersebut.

"Sebagai upaya mitigasi kesehatan akibat karhutla, kami telah memobilisasi sejumlah 314 tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter, perawat, bidan, dan epidemiolog dengan konsentrasi utama di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan," kata Agus dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (21/8/2026).
(suc/up)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads