Penutupan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya BGN memastikan seluruh dapur yang menyelenggarakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) memenuhi standar higiene dan sanitasi. BGN menegaskan kepatuhan terhadap standar tersebut merupakan syarat wajib dalam pelaksanaan program.
Kepala BGN Sudaryono mengatakan 1.999 dapur tersebut bukan gagal memperoleh SLHS, melainkan belum melakukan pendaftaran sama sekali di Dinas Kesehatan masing-masing.
"Dapur-dapur sebanyak 1.999 ini tidak melakukan pendaftaran SLHS di Dinas Kesehatan masing-masing. Artinya, bukan mendaftar lalu syaratnya tidak dipenuhi, melainkan tidak melakukan pendaftaran sama sekali," ujar Sudaryono, dikutip dari laman resmi BGN, Selasa (8/9/2026).
Adapun 1.999 dapur SPPG yang ditutup sementara terdiri atas 351 dapur di Wilayah 1, 1.417 dapur di Wilayah 2, dan 231 dapur di Wilayah 3.
BGN selanjutnya akan melakukan investigasi terhadap seluruh dapur tersebut. Langkah ini dilakukan untuk memastikan dapur yang menjalankan program MBG memenuhi ketentuan higiene dan sanitasi sebelum kembali beroperasi.
BGN menyatakan penerapan standar tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas, keamanan pangan, serta keselamatan penerima manfaat program MBG.
(suc/kna)